Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Terjang Cepu Blora, 1 Warga Meninggal dan Ratusan Rumah Terendam

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 11 April 2026 - 06:50 WIB

Sabtu, 11 April 2026 - 06:50 WIB

26 Views

Banjir di Blora, Jateng (fotoi: IG)

Blora, MINA – Banjir yang melanda wilayah desa Karangboyo, Ngelo dan Mulyorejo, kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah Jumat (10/4) menyebabkan satu warga meninggal dunia serta merendam ratusan rumah, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Korban diketahui bernama Diana Rosita, warga Kelurahan Ngelo. Ia diduga meninggal karena tersengat aliran listrik. Aparat setempat bersama tim gabungan melakukan evakuasi serta pencarian untuk memastikan tidak ada korban lain yang terdampak.

Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa setelah hujan deras mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Agung Triyono mengatakan banjir mulai terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.15 WIB.

Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah penduduk, menyebabkan kerusakan dan memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual FH UI Tuai Sorotan, Mendiktisaintek Tegaskan Tidak Ada Toleransi

Selain menelan korban jiwa, banjir juga mengakibatkan ratusan rumah terendam dengan ketinggian air bervariasi. Sejumlah fasilitas umum dan akses jalan dilaporkan ikut terdampak, sehingga menghambat aktivitas warga di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan bantuan darurat berupa logistik, makanan, dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Upaya penanganan juga difokuskan pada evakuasi, pendataan kerusakan, serta pembersihan area yang terdampak banjir.

Banjir di Cepu ini menambah daftar bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Para ahli mengingatkan pentingnya peningkatan sistem mitigasi bencana, termasuk pengelolaan lingkungan dan normalisasi sungai, guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang. []

Baca Juga: BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda