Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Rendam 34 Desa di Brobogan Jateng, 5.200 KK Terdampak

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 17 Februari 2026 - 13:33 WIB

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:33 WIB

14 Views ㅤ

Air melimpas ke jalan raya Purwodadi-Semarang, akibat tanggul tidak mampu menampung debit air di Dusun Mlati, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2/26). (Foto: BPBD)

Jakarta, MINA — Banjir melanda 34 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah,  Senin (16/2) dini hari akibat hujan berintensitas tinggi dan luapan sejumlah sungai. Sebanyak 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah dilaporkan rusak berat.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Grobogan, banjir dipicu hujan lebat sejak Ahad (15/2) malam hingga Senin pagi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang yang menyebabkan sungai meluap.

Di Kecamatan Kedungjati, tujuh desa terdampak luapan Sungai Tuntang dengan ketinggian muka air 20–40 sentimeter. Ratusan hingga ribuan KK terdampak di Desa Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas, meski saat ini genangan dilaporkan telah surut.

Sementara itu di Kecamatan Tegowanu, banjir merendam Desa Tajemsari, Sukorejo, dan Kebonagung dengan ketinggian air mencapai 20–100 sentimeter. Tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari dan tanggul Sungai Jratun di Desa Kebonagung dilaporkan jebol sehingga memperparah genangan.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Di Kecamatan Purwodadi, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Purwodadi dan Kelurahan Kalongan. Perumahan Permata Hijau di Kalongan menjadi salah satu lokasi terparah dengan ketinggian air mencapai satu meter dan lebih dari seribu KK terdampak.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Karangrayung akibat jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Mojoagung. Di Kecamatan Toroh dan Penawangan, sejumlah desa masih tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 30–50 sentimeter.

Selain permukiman, banjir berdampak pada transportasi nasional. Jalur kereta api lintas utara rute Jakarta–Surabaya sempat terganggu akibat rel terendam banjir di Km 32 petak jalur Karangjati–Gubug.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan terus melakukan koordinasi dengan BPBD dan unsur terkait untuk penanganan darurat.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

“Kami terus melakukan evakuasi warga, distribusi logistik, monitoring lapangan, serta penguatan tanggul darurat di sejumlah titik terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

BNPB juga mengingatkan potensi banjir susulan masih ada mengingat prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebutkan hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam dua hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi resmi pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat aman apabila debit air kembali meningkat,” ujar Abdul Muhari. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA
Info MINA