Gaza, MINA – Bayi Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem saat gelombang musim dingin menerjang Jalur Gaza, menambah daftar panjang bayi yang meninggal akibat cuaca dingin ekstrem di Gaza.
Kedua tragedi ini mencerminkan kondisi kemanusiaan parah di Gaza akibat cuaca dingin ekstrem yang terus menelan korban di kalangan anak-anak dan bayi Palestina. Mengutip Antara.
Sumber medis di Jalur Gaza melaporkan bahwa seorang bayi Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem di Kota Gaza, Selasa (20/1), setelah mengalami komplikasi kesehatan karena suhu sangat rendah dan kurangnya pemanas.
Bayi perempuan yang bernama Shatha Abu Jarad berusia tujuh bulan itu dikonfirmasi meninggal akibat cuaca dingin ekstrem di Gaza setelah jantungnya berhenti akibat terpapar suhu beku tanpa perlindungan memadai.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kejadian ini membuat jumlah anak Gaza yang meninggal akibat cuaca dingin ekstrem sejak awal musim dingin kini mencapai sembilan orang, menurut laporan otoritas kesehatan setempat.
Sebelumnya, seorang bayi Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem lain terjadi pada Sabtu (17/1) di Kota Khan Younis, ketika bayi bernama Aisha Ayesh al-Agha berusia 27 hari juga tewas karena terpapar suhu beku yang parah.
Para tenaga medis dan lembaga kemanusiaan memperingatkan bahwa cuaca dingin ekstrem di Gaza semakin memburuk akibat minimnya pasokan bahan bakar, kurangnya selimut dan pakaian hangat, serta rumah penampungan yang tidak memadai, terutama di tenda-tenda pengungsian yang menjadi tempat tinggal ribuan keluarga Palestina.
Direktur rumah sakit serta badan bantuan menyebutkan bahwa kondisi cuaca dingin ekstrem di Gaza memperparah penderitaan warga, terutama bayi dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan terhadap suhu ekstrem dan kekurangan perlindungan dasar.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Kematian bayi Gaza akibat cuaca dingin ekstrem terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang lebih luas di Jalur Gaza, di mana jutaan penduduk mengungsi dan hidup tanpa akses yang memadai terhadap kebutuhan dasar, termasuk perawatan medis dan perlindungan dari suhu dingin yang terus menekan wilayah tersebut.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic