Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Bedah Berita MINA] Perjanjian Nuklir AS-Saudi, Akankah Menjadi Jalan Menuju Normalisasi?

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 24 Juli 2026 - 14:29 WIB

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:29 WIB

41 Views ㅤ

Presiden Trump dan Mohamad bin Salman (foto: X)

Jakarta, MINA – Program acara Bedah Berita MINA (BBM) di Radio Silaturahim (Rasil) Jumat (26/7) malam ini akan hadir dengan tema “Perjanjian Nuklir AS-Saudi, Akankah Menjadi Jalan Menuju Normalisasi?” bersama Sajadi dan Widi Kusnadi, jurnalis Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency).

Hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi kembali memasuki babak baru setelah kedua negara terus memperkuat pembahasan kerja sama di bidang energi nuklir sipil.

Kesepakatan yang sejak lama menjadi bagian dari agenda strategis Washington dan Riyadh itu memunculkan kembali spekulasi bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada sektor energi, tetapi juga dapat membuka jalan bagi normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel.

Bagi Amerika Serikat, perjanjian nuklir dengan Saudi merupakan instrumen penting untuk mempertahankan pengaruhnya di Timur Tengah di tengah meningkatnya peran China dan Rusia.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

Sementara itu, Arab Saudi berkepentingan mengembangkan sumber energi alternatif, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memperoleh jaminan keamanan dan akses terhadap teknologi nuklir sipil yang lebih maju.

Namun, isu normalisasi tetap menjadi faktor yang sulit dipisahkan dari pembahasan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington berupaya menghubungkan paket kerja sama keamanan dan nuklir dengan langkah diplomatik Riyadh terhadap Israel.

Di sisi lain, pemerintah Saudi berulang kali menegaskan bahwa pengakuan terhadap negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota tetap menjadi prasyarat utama sebelum normalisasi dapat diwujudkan.

Di tengah perang yang masih berlangsung di Gaza dan meningkatnya tekanan publik dunia Islam terhadap Israel, ruang diplomasi menjadi semakin sempit.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Dukungan masyarakat Arab terhadap Palestina membuat setiap langkah menuju normalisasi menghadapi tantangan politik yang besar, sehingga perjanjian nuklir belum tentu secara otomatis mengubah arah kebijakan luar negeri Saudi.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kerja sama nuklir AS-Saudi tidak hanya berdimensi ekonomi dan teknologi, tetapi juga sarat kepentingan geopolitik kawasan.

Keberhasilan atau kegagalan perundingan tersebut diperkirakan akan memengaruhi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah sekaligus menentukan apakah normalisasi Saudi-Israel benar-benar dapat terwujud atau tetap tertahan oleh dinamika konflik Palestina.

BBM ini akan disiarkan langsung di Rasil 720 AM dan akan disiarkan ke beberapa radio di daerah, seperti di Batam, Palembang, Yogyakarta, Sukabumi, Banyuwangi, Pontianak dan lainnya.

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

Pendengar juga dapat mendengarkan secara online melalui live streaming radio silaturahim.com.

Pendengar setia Rasil yang ingin berinteraksi dengan nara sumber dapat menghubungi host Rasil di nomor WhatsApp 08111999720. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Rekomendasi untuk Anda