Amsterdam, MINA – Belanda tidak akan berpartisipasi dalam Kontes Lagu Eurovision tahun depan, demikian pernyataan lembaga penyiarnya pada Senin (24/8).
Mereka menyatakan acara tersebut “tidak dapat lagi dianggap netral” mengingat adanya perpecahan akibat perang genosida Israel di Gaza. The New Arab melaporkan.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa konflik internasional semakin memengaruhi kontes ini dan merusak sifat netralnya. Oleh karena itu, Kontes Lagu Eurovision telah menjadi wadah perpecahan,” ujar Taco Zimmerman, Direktur Jenderal AVROTROS, dalam pernyataan resmi lembaga penyiar tersebut.
Belakangan ini, kontes tersebut dilanda gelombang boikot terkait partisipasi Israel.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Awal bulan ini, penyelenggara mengumumkan negara yang terlibat dalam konflik bersenjata tidak diperbolehkan menjadi tuan rumah kompetisi.
“Namun, perubahan yang baru saja diumumkan… tidak memberikan keyakinan yang cukup bahwa sifat independen dan netral dari Kontes Lagu Eurovision telah dipulihkan,” demikian pernyataan AVROTROS.
Acara tahun depan, yang merupakan ajang musik siaran langsung terbesar di dunia, akan digelar pada 15 Mei di kota Burgas, Bulgaria, yang terletak di tepi Laut Hitam.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1955, Eurovision telah menjadi panggung musik pop paling bergengsi yang melambungkan nama grup legendaris Swedia, ABBA, ke kancah dunia, serta mendongkrak karier bintang-bintang seperti Celine Dion, Cliff Richard, dan Olivia Newton-John.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Belanda, Islandia, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia semuanya menarik diri dari kontes tersebut; tiga negara terakhir bahkan menolak menyiarkan acara itu sama sekali karena keikutsertaan Israel.
“Keputusan untuk mundur ini menyakitkan karena kami sebenarnya sangat ingin kembali berpartisipasi dalam kontes tersebut tahun depan,” ujar Zimmerman.
“Sebagai lembaga penyiaran publik, kami tetap berkomitmen pada nilai-nilai kami. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam segala hal yang kami lakukan, bahkan ketika itu berarti harus mundur dari sebuah acara yang sangat dekat di hati kami,” tambahnya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic