Tel Aviv, MINA – Menteri Keamanan Nasional pendudukan Zionis Israel, Itamar Ben-Gvir, menyatakan penolakannya terhadap usulan gencatan senjata di Jalur Gaza. Ia maunya memilih opsi perang untuk menangani situasi saat ini..
Ben-Gvir menyebut rancangan kesepakatan yang bocor dari Dewan Perdamaian (BoP) sebagai “sama sekali tidak dapat diterima”. Jaridah al-Quds melaporkan, Sabtu (1/8).
Menteri ekstremis tersebut menekankan bahwa opsi militer adalah satu-satunya cara untuk opsi saat ini.
Ia justru menyerukan intensifikasi operasi lapangan dan tidak menyerah pada tekanan internasional yang bertujuan mengakhiri perang.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Dalam konteks terkait, sumber media mengutip pejabat pemerintahan pendudukan yang mengatakan bahwa kondisi mustahil untuk penyelesaian penarikan militer dari wilayah di mana tentara telah menyusup.
Sumber menyebutkan bahwa pasukan Israel tidak akan mundur dari ‘Garis Kuning’ atau lokasi strategis lainnya kecuali pelucutan senjata Hamas yang lengkap dan menyeluruh terjamin. Tel Aviv menganggap syarat ini sebagai syarat yang tidak dapat dinegosiasikan untuk penyelesaian di masa depan.
Sumber dari pemerintah Israel mengungkapkan bahwa Tel Aviv masih menuntut untuk menghilangkan kemampuan militer perlawanan sebagai pilar utama dari setiap kemungkinan kesepakatan.
Itamar Ben-Gvir dikenal sebagai salah satu petinggi Zionis paling ekstrem dalam pemerintahan Israel. Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi simbol gerakan pemukim dan kekerasan yang dilancarkan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Sikap keras Ben-Gvir semakin mempersulit upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata di Gaza. Sementara mediator internasional, yaitu Mesir, Qatar, dan Turki, terus berupaya menjembatani perbedaan antara kedua belah pihak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic