Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG Ungkap Gempa NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:36 WIB

51 Views ㅤ

Ilustrasi gempa NTT (foto: IG)

JAKARTA, MINA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap gempa bumi kuat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi, dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust).

Gempa tersebut kemudian memicu tsunami yang terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada kedalaman sekitar 15 kilometer. BMKG kemudian memutakhirkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 7,7 dari laporan awal M7,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, Sesar Naik Busur Belakang Flores merupakan struktur tektonik aktif di kawasan belakang busur Flores. Menurutnya, struktur tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa besar, bahkan diperkirakan dapat mencapai sekitar magnitudo 7,8 hingga 7,9.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Gempa tersebut juga memicu tsunami di sejumlah lokasi. BMKG mencatat gelombang tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, disusul 0,38 meter di Pelabuhan Kewapante, Sikka, 0,36 meter di Labuan Bajo, serta gelombang di Flores Timur, Sikka, Alor dan Dompu.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Setelah melakukan pemantauan terhadap muka air laut dan perkembangan gempa susulan, BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Dampak gempa juga dilaporkan menyebabkan sejumlah bangunan rusak dan korban tertimpa reruntuhan. Basarnas mengevakuasi korban dari bangunan yang roboh di wilayah terdampak, sementara BNPB melaporkan adanya korban jiwa di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa selain ancaman tsunami, kekuatan guncangan gempa dangkal juga menjadi risiko serius bagi masyarakat di sekitar episentrum. []

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Internasional