Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan kebakaran yang mulai terjadi sejak akhir Mei 2026 itu masih menyisakan sejumlah titik api yang berpotensi meluas, terutama di Kecamatan Bubon.
“Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan pemantauan di sejumlah lokasi yang terdampak karhutla,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Aceh Barat, kebakaran terjadi di empat kecamatan, yakni Kecamatan Bubon di Gampong Berawang dan Kuta Padang Layung, Kecamatan Johan Pahlawan di Gampong Lapang dan Seunebok, Kecamatan Arongan Lambalek di Gampong Gunong Pulo, serta Kecamatan Meureubo di Gampong Ujong Tanoh Darat.
Karhutla pertama kali terdeteksi pada 30 Mei 2026 di Kecamatan Bubon. Selanjutnya, titik api muncul secara bertahap di sejumlah wilayah lain hingga 3 Juni 2026.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Sejak awal kejadian, BPBD bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, dan masyarakat terus melakukan penanganan. Pada 1 Juni lalu, BPBD mengerahkan 16 personel dari Mako BPBD serta lima personel Pos Damkar Woyla untuk melakukan pemadaman di dua lokasi terdampak.
Petugas terus berupaya mengendalikan api guna mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung terjadinya karhutla. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic