Meulaboh, MINA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat terus meluas. Hingga Ahad (2/8) pukul 18.00 WIB, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 20,5 hektare dan masih ditangani oleh tim gabungan di sejumlah lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronald Nehdiansyah, mengatakan petugas terus berupaya memadamkan api yang masih bertahan di beberapa titik meski sebagian lokasi telah berhasil dikendalikan. Menurutnya, kondisi lapangan yang sulit, keterbatasan sumber air, dan angin kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Sebaran karhutla terjadi di enam kecamatan, yakni Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek. Beberapa lokasi telah berhasil dipadamkan sepenuhnya, sementara titik lainnya masih dalam tahap penanganan dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi.
Pada hari yang sama, tim gabungan memusatkan operasi pemadaman di lima lokasi, termasuk kawasan Putroe Ijo, Ujong Beurasok, Ujong Tanoh Darat ADB di depan Universitas Teuku Umar, Blang Luah/Keub, dan Gampong Peulante.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
BNPB turut memberikan dukungan melalui pemantauan menggunakan drone thermal untuk mengidentifikasi titik panas sebagai dasar pelaksanaan water bombing. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan guna membantu menekan potensi meluasnya kebakaran.
BPBD bersama TNI, Polri, petugas pemadam kebakaran, relawan, masyarakat, dan unsur mahasiswa terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke kawasan lain.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Asap akibat karhutla dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat serta mengurangi jarak pandang di sejumlah ruas jalan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic