Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPBD Jatim Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Banjir

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 13 Maret 2026 - 22:48 WIB

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:48 WIB

47 Views ㅤ

Petugas memuat bahan semai Natrium Klorida (NaCl) ke dalam lambung pesawat dalam rangkaian proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Jawa Tengah di Apron Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/25). (Foto: Dok. BNPB)

Surabaya, MINA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur merespons permintaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengendalikan intensitas hujan di wilayah terdampak banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas pelaksanaan OMC di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat.

“Kemarin pak bupati bersama saya bertemu dengan Kepala BMKG untuk membahas dilakukan OMC di wilayah yang berpotensi turun hujan lebat, seperti di Bojonegoro dan Tuban,” ujar Gatot di Surabaya, Jumat (13/3).

Ia menjelaskan berdasarkan data BMKG, wilayah Lamongan dan daerah sekitarnya masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Menurutnya, banjir di Lamongan telah terjadi sejak 17 Desember 2025 dan hingga kini masih berlangsung akibat tingginya debit air Sungai Bengawan Solo sehingga pintu air Bengawan Jeruh belum dapat dibuka.

“Seandainya pintu Bengawan Jeruh bisa dibuka dan air di Bengawan Jeruh menyusut, maka banjir di Lamongan bisa berkurang,” katanya.

Gatot mengatakan, saat ini terdapat enam kecamatan di Kabupaten Lamongan yang terdampak banjir, yakni Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, dan Karanggeneng dengan puluhan desa yang terdampak.

Ia menambahkan, banjir masih berpotensi terjadi selama musim hujan berlangsung, terutama jika wilayah di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi karena ketinggian air relatif rendah, berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Untuk mengantisipasi bencana selama musim hujan dan menjelang Lebaran, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memerintahkan BPBD Jatim melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca mulai 16 hingga 26 Maret.

“Kita upayakan selama masa Lebaran wilayah tersebut dapat terhindar dari hujan lebat atau hujan dialihkan ke laut untuk sementara waktu,” ujarnya.

BPBD Jatim juga mendirikan posko tanggap darurat di 38 kabupaten/kota serta menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi kemungkinan tanggul jebol maupun longsor selama musim hujan dan masa libur Lebaran. []

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Hikmah
Internasional
Indonesia
Indonesia
Karhutla di Sumsel Melanda 12 Kabupaten Sepanjang 2026
Indonesia