Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari Italia ke Madrid: Gairah Formula 1 Kembali ke Spanyol Setelah 45 Tahun

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 12 September 2026 - 14:56 WIB

Sabtu, 12 September 2026 - 14:56 WIB

25 Views ㅤ

Ajang Formula 1 di Madrid. (Aydinlik)

Madrid, MINA — Bagi orang Italia, membicarakan mesin seperti membicarakan music. Musik yang tetap hidup di hati.

Itulah ungkapan Stefano Domenicali, CEO dan Presiden Formula 1, dalam acara “De Italia a Madrid: la pasión viaja en Fórmula 1” (Dari Italia ke Madrid: perjalanan gairah dalam Formula 1) yang digelar di Kedutaan Italia di Spanyol, Palazzo d’Amboage.

Acara ini menjadi momen bersejarah: Grand Prix kembali ke Madrid untuk pertama kalinya setelah 45 tahun, di sirkuit baru Madring. Laporan Ilmessaggero, Jumat (11/9).

Duta Besar Italia untuk Spanyol, Giuseppe Buccino Grimaldi, membuka acara dengan menyebut Formula 1 sebagai jembatan yang menghubungkan dua negara yang memiliki sejarah, persahabatan, dan kemampuan luar biasa dalam mengubah tradisi serta inovasi menjadi performa olahraga tinggi.

Baca Juga: Usai Juara FIFA ASEAN Cup, Timnas Indonesia Bersiap Hadapi Piala Asia 2027

“Formula 1 sekali lagi menjadi jembatan antara Italia dan Spanyol,” ujarnya.

Ia juga menyoroti hubungan ekonomi kedua negara: pada 2025, perdagangan bilateral mencapai 71 miliar euro (Rp1.448 trilun), menjadikan Spanyol sebagai mitra dagang terbesar ketiga di Eropa dan keempat di dunia bagi Italia.

Madring: Sirkuit Masa Depan

Acara tersebut juga menampilkan José Vicente de los Mosos, Presiden Ifema Madrid, serta perwakilan dari Ferrari, Pirelli, Marelli, dan Pininfarina. Mereka membahas peran Motor Valley Italia dan masa depan kejuaraan di Eropa.

Baca Juga: Ini Kata-Kata Pelatih John Herdman Usai Timnas Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Madring dirancang untuk menghadirkan kemegahan F1 dengan nuansa urban dan kontemporer. Sirkuit ini menggabungkan lintasan kota dan rute cepat, menawarkan pengalaman yang unik bagi pembalap dan penonton.

Tantangan dan Ambisi

Domenicali menyebut Madring sebagai sirkuit yang menuntut dan teknis. Ia memperingatkan bahwa pembalap harus berhati-hati karena tidak ada ruang jika keluar lintasan.

“Ini akan menjadi elemen menarik dari sudut pandang olahraga. Saya berharap balapan hari Minggu akan menyoroti keterampilan para pembalap dan tim,” harapnya.

Baca Juga: Timnas Portugal Masih Buka Pintu untuk Ronaldo, Pelatih Jorge Jesus Sebut Hanya Kesalahpahaman

Ia juga menegaskan bahwa Madring adalah sirkuit yang akan terus berkembang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: “King Indo” Resmi Jadi “King ASEAN”

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Palestina
Palestina
Dunia Islam
MINA Sport