Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Delegasi Hamas Tiba di Mesir untuk Lanjutkan Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 14 Januari 2026 - 13:58 WIB

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:58 WIB

2 Views ㅤ

Ketua Dewan Syura Hamas Muhammad Darwish (kanan) dan Anggota Biro Politik Hamas Khalil al-Hayya (tengah). (Foto: Anadolu)

Kairo, MINA – Delegasi senior dari kelompok perlawanan Palestina, Hamas, tiba pada Selasa (13/1) malam di Kairo untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Mesir mengenai kemajuan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, kata kelompok tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan delegasi tersebut dipimpin oleh Khalil al-Hayya, pemimpin gerakan tersebut di Gaza dan kepala tim negosiasinya. Anadolu melaporkan.

Pembicaraan tersebut akan fokus pada penyelesaian implementasi gencatan senjata, termasuk langkah-langkah yang tersisa dalam fase pertama dan pembukaan kembali penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir di kedua arah.

Hamas menambahkan bahwa diskusi juga akan membahas percepatan transisi ke fase kedua perjanjian, termasuk pembentukan komite administratif dan penyelesaian penarikan Israel dari Gaza.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Menurut pernyataan tersebut, delegasi Hamas juga dijadwalkan untuk bertemu dengan para pemimpin faksi Palestina, untuk meninjau perkembangan politik dan lapangan di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Pada November tahun lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang didukung AS yang bertujuan untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, memungkinkan pengerahan pasukan internasional sementara hingga akhir tahun 2027.

Melalui resolusi tersebut Gaza akan dikelola oleh pemerintahan teknokrat transisi Palestina di bawah pengawasan “dewan perdamaian” eksekutif, sejalan dengan proposal yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump mengumumkan rencana 20 poin pada bulan September yang menguraikan kerangka gencatan senjata yang mencakup pembebasan tawanan Israel, penarikan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional, bersamaan dengan seruan agar Hamas melucuti senjata.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Tentara Israel telah membunuh lebih dari 71.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 171.000 orang dalam serangan brutal sejak Oktober 2023 yang membuat Gaza hancur.

Meskipun gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, Israel terus menyerang, menewaskan 447 warga Palestina dan melukai 1.246 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. []

Mi’raj News Agency (MINA) 

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda