Athena, MINA – Dua kapal supertanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi dihantam oleh proyektil tak dikenal dengan selang waktu beberapa menit saat berlayar keluar melalui Selat Hormuz pada Senin malam, demikian disampaikan oleh perusahaan manajemen risiko maritim Marisks dan perusahaan pelacak kapal Kpler pada Selasa (1/9).
Dilansir dari SANA, Reuters mengutip pernyataan Marisks yang menyebutkan bahwa supertanker berbendera Saudi, Sidr—yang dioperasikan oleh perusahaan Arab Saudi, Bahri—menjadi sasaran proyektil tak dikenal di lokasi sekitar 16,6 mil laut di timur laut Khasab, Oman.
Beberapa menit kemudian, kapal Senegal Prosperity yang berbendera Liberia—dan dioperasikan oleh perusahaan Korea Selatan, Sinokor—dihantam oleh tiga proyektil tak dikenal di lokasi sekitar 17 mil laut di sebelah timur Khasab. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat.
Marisks menyatakan bahwa dua insiden yang terjadi hampir bersamaan ini merupakan “eskalasi lebih lanjut dalam situasi ancaman di koridor Oman.”
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Data Kpler menunjukkan bahwa masing-masing kapal tanker telah memuat 2 juta barel minyak mentah Saudi di terminal Ju’aymah pada pekan lalu. Saudi Aramco telah kembali melakukan pemuatan dan penjualan minyak dari lokasi di dalam selat tersebut sejak bulan Agustus.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya melaporkan adanya tiga proyektil yang menghantam sebuah kapal tanker di area yang sama saat kapal tersebut sedang meninggalkan Selat Hormuz. Peristiwa ini tampaknya merupakan insiden yang sama yang melibatkan kapal Senegal Prosperity. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic