Dua Pejuang Hamas Tewas Dalam Terowongan Runtuh di Gaza Selatan

Pejuang Hamas di Jalur Gaza. (foto: Ma'an News Agency)
Pejuang Hamas di Jalur Gaza. (foto: Ma’an News Agency)

Gaza, 24 Rabi’ul Akhir 1437 / 3 Februari 2016 (MINA) – Dua pejuang Hamas tewas akibat  runtuhnya terowongan di Jalur Gaza sebelah selatan pada Selasa (2/2) malam, setelah pekan lalu tujuh pejuang lainnya tewas dalam runtuhnya terowongan di Gaza utara.

Dalam sebuah pernyataan, sayap militer Hamas, Izz al-Din al-Qassam, mengidentifikasi dua pejuang tersebut bernama, Fouad Ashour al-Etawi, 35 tahun, dan Ahmad Haidar al-Zahhar , 23 tahun, dari kamp pengungsi al-Nuseirat. Demikian dilaporkan Ma’an News Agency yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu (3/2).

Pernyataan itu menambahkan, terowongan tersebut digunakan untuk perlawanan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Selasa pekan lalu, tujuh pejuang Hamas tewas ketika sebuah terowongan yang mereka bangun kembali di Jalur Gaza utara dilaporkan runtuh karena hujan lebat.

Jaringan terowongan Gaza, yang sebagian besar digunakan untuk penyelundupan di sebelah  selatan oleh militer, dan kantong pantai di sebelah utara, terkenal berbahaya.

Pada 2012, Institut Studi Palestina melaporkan, pihak berwenang Hamas telah menghitung 160 kematian dalam terowongan sejak blokade Israel dimulai pada 2007, dan pada Agustus 2014, Al-Jazeera melaporkan bahwa jumlah meningkat hingga mencapai 400.

Selain digunakan oleh Hamas sebagai sumber penerimaan pajak dan masuknya senjata, terowongan juga menyediakan kebutuhan yang sangat menuntut bagi 1,8 juta penduduk Gaza di bawah blokade, termasuk makanan, obat-obatan, serta bahan infrastruktur seperti beton dan bahan bakar.

Hamas mengklaim telah membangun kembali banyak terowongan yang hancur selama perang 2014 oleh Israel.

Pekan lalu, pemerintah Israel mengancam akan menutup penyeberangan antara Israel dan Jalur Gaza akibat aktivitas Hamas baru-baru ini. (T/nrz/P001)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)