New York, MINA – Empat musisi dan grup musik yang dijadwalkan tampil sebagai pendukung tur Ed Sheeran memutuskan mundur dari rangkaian konser tersebut sebagai bentuk solidaritas kepada rapper Amerika Serikat Macklemore dan dukungannya terhadap Palestina.
Keempatnya adalah Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan grup asal Irlandia Beoga yang juga merupakan band pengiring Sheeran. Keputusan tersebut diumumkan setelah Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian tur Amerika Utara Ed Sheeran. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (16/9).
Persoalan bermula setelah Macklemore menyampaikan dukungan terbuka kepada Palestina dalam penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026. Ia menyerukan “Free Palestine” dan membawakan lagu protesnya, Hind’s Hall, yang berkaitan dengan situasi di Gaza.
Setelah penampilan tersebut, sejumlah venue yang menjadi lokasi konser berikutnya menyampaikan keberatan terhadap kehadiran Macklemore. Promotor tur, Messina Touring Group, kemudian mengonfirmasi bahwa Macklemore tidak lagi menjadi bagian dari delapan jadwal konser berikutnya.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Macklemore kemudian menyatakan bahwa dukungannya kepada Palestina telah menimbulkan konsekuensi profesional. Ia juga mempertanyakan alasan dirinya dikeluarkan dari tur setelah menyampaikan pesan tersebut di hadapan penonton.
Ed Sheeran pada Selasa (15/9) memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut. Ia mengatakan keputusan untuk mengeluarkan Macklemore bukan berasal darinya, melainkan keputusan promotor dan pihak venue.
Sheeran mengatakan sejumlah venue mengancam tidak menggelar konser apabila Macklemore tetap menjadi salah satu musisi pendukung. Ia mengaku telah berupaya melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar, tetapi keputusan akhir tetap berada pada promotor dan venue.
Setelah pernyataan Sheeran tersebut, Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga mengumumkan pengunduran diri mereka. Finneas mengatakan musisi seharusnya tidak dibungkam ketika menyuarakan dukungan kepada kelompok yang mengalami penindasan.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Aaron Rowe, musisi asal Irlandia, juga mengaitkan keputusannya dengan sejarah negaranya mengenai konflik, kelaparan paksa, dan pendudukan. Sementara itu, Beoga menyatakan tidak dapat melanjutkan pertunjukan dalam situasi ketika suara yang mendukung Palestina dianggap dibatasi.
Sheeran menyatakan dirinya menghormati Macklemore sebagai seniman, tetapi memilih tidak menjadikan konsernya sebagai ruang politik. Ia mengatakan konser ditujukan sebagai tempat yang inklusif bagi penonton dari berbagai latar belakang.
Macklemore sendiri telah lama menyuarakan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina. Dalam penampilannya bersama Sheeran, ia menggunakan panggung konser untuk menyampaikan pesan mengenai Gaza dan memainkan Hind’s Hall, lagu yang dibuat sebagai bentuk respons terhadap perang di Gaza.
Dengan mundurnya empat musisi pendukung dan band pengiring tersebut, rangkaian tur Amerika Utara Sheeran menghadapi perubahan susunan penampil. Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bagaimana isu Palestina dan kebebasan berekspresi terus menjadi perdebatan di lingkungan industri musik internasional.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic