Istanbul, MINA – Ekspor pertahanan dan penerbangan Turkiye selama empat bulan pertama tahun 2026 mencapai 2,8 miliar dolar AS (Rp48,6 triliun), meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kata Menteri Perdagangan Turkiye Omer Bolat, pada Rabu (6/5).
Berbicara kepada wartawan di ajang SAHA 2026 International Defense and Aerospace Exhibition di Istanbul, Bolat mengatakan ekspor pertahanan dan penerbangan Turkiye telah meningkat dari 248 juta dolar AS dalam dua dekade terakhir menjadi 10,05 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu.
“Tahun ini kami mencatat kenaikan 28 persen dalam empat bulan pertama. Nilainya melampaui 2,8 miliar dolar AS,” kata Bolat.
Ia menambahkan sektor tersebut untuk pertama kalinya berhasil menembus angka ekspor 10 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Pameran SAHA 2026 diselenggarakan oleh SAHA Istanbul, klaster industri pertahanan, penerbangan, dan antariksa terbesar di Turkiye dan Eropa, dengan Anadolu sebagai mitra komunikasi global. Acara berlangsung hingga Sabtu (9/5).
Bolat menyebut SAHA 2026 sebagai salah satu pameran industri dan teknologi paling maju di Turkiye karena menampilkan produk unggulan negara itu di bidang industri, teknologi, sains, dan telekomunikasi.
Menurut dia, pameran yang berstatus “prestigious fair” dengan dukungan Kementerian Perdagangan tersebut telah memenuhi seluruh area pameran seluas 100 ribu meter persegi.
Sebanyak 8.000 pengunjung profesional dari luar negeri telah mendaftar untuk menghadiri acara tersebut, sementara lebih dari 100 delegasi menggelar pembicaraan pengadaan.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
“Kontrak senilai lebih dari 10 miliar dolar AS diperkirakan akan ditandatangani oleh perusahaan-perusahaan kami. Ini merupakan pameran yang sangat penting bagi industri Turkiye, industri pertahanan, dan industri penerbangan,” ujarnya.
Bolat mengatakan ekosistem pertahanan dan penerbangan Turkiye mencakup sekitar 3.500 perusahaan dan hampir 100 ribu tenaga kerja serta personel penelitian dan pengembangan berkualifikasi tinggi.
Ia menambahkan sektor tersebut memiliki backlog proyek senilai 100 miliar dolar AS dan berkontribusi sebesar 20 miliar dolar AS terhadap pendapatan nasional Turkiye.
Menurut Bolat, perusahaan-perusahaan besar di sektor itu didukung ribuan perusahaan lain dalam rantai produksi, yang turut membantu menarik tenaga ahli dari luar negeri ke Turkiye.
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Ia juga menyoroti tingginya permintaan internasional terhadap produk pertahanan dan penerbangan Turkiye.
Bolat mengatakan dirinya bertemu Menteri Negara Urusan Pengadaan Pertahanan Kanada Stephen Fuhr yang datang bersama delegasi lengkap ke pameran tersebut.
“Dia mengatakan mereka datang untuk meningkatkan kerja sama dengan Turkiye di bidang pertahanan dan penerbangan, baik di tingkat pemerintah maupun perusahaan,” kata Bolat.
Pejabat militer, eksekutif pengadaan, dan para ahli dari berbagai negara turut menghadiri pameran itu.
Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman
Bolat mengatakan Turkiye mengekspor roket, rudal, dan amunisi pintar senilai 3,7 miliar dolar AS tahun lalu, serta drone senilai 2,1 miliar dolar AS.
Turkiye juga dinilai kuat dalam produksi kendaraan darat dan terus mencatat kemajuan di bidang sistem pertahanan udara, termasuk sistem tipe “Steel Dome”. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah Dimulai Akhir 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic