Ramallah, MINA — Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, mengatakan Dewan Uni Eropa tengah membahas keputusan yang dapat mencakup penerapan sanksi baru terhadap pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Saat berbicara dalam diskusi mengenai Timur Tengah yang digelar Parlemen Eropa di Strasbourg Selasa (15/9) malam, Kallas menyatakan tindakan penjarahan dan perampasan tanah oleh para pemukim di Tepi Barat yang diduduki terus meningkat, mencatat bahwa kekerasan yang dilakukan pemukim telah mencapai tingkat tertinggi. Wafa melaporkan.
Ia mengatakan pembahasan di dalam Dewan Uni Eropa sedang berlangsung mengenai kemungkinan paket sanksi tambahan, melengkapi tiga paket sebelumnya yang menyasar pemukim ekstremis, sembari menegaskan bahwa “akuntabilitas merupakan syarat mendasar untuk menindak para pemukim yang melakukan kekerasan.”
Kallas menambahkan proyek permukiman yang dikenal sebagai “E1” di Yerusalem Timur yang diduduki merupakan ancaman serius bagi solusi dua negara. Ia menekankan perlunya Uni Eropa dan mitra-mitra internasionalnya untuk terus menyerukan penghentian perampasan tanah serta upaya penguasaan wilayah Palestina.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Terkait situasi di Gaza, Kallas memperingatkan kondisi kemanusiaan yang sudah sangat buruk kemungkinan akan semakin memburuk menjelang musim dingin, mengingat kawasan pengungsian yang padat penduduk menghadapi risiko banjir dan wabah penyakit.
Ia menegaskan bahwa “gencatan senjata hanya ada di atas kertas; orang-orang masih terus tewas dan terluka.”
Sementara itu, anggota Parlemen Eropa asal Irlandia, Barry Andrews, dalam pernyataannya mengatakanIsrael berupaya membuat kehidupan warga Palestina di Tepi Barat menjadi mustahil dengan memutus pasokan air ke fasilitas-fasilitas mereka, melakukan pembersihan etnis, serta meratakan desa-desa menggunakan buldoser.
Andrews menegaskan bahwa melarang perdagangan dengan permukiman ilegal adalah “hal paling minimal yang bisa kita lakukan.” []
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Mi’raj News Agecny (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic