Jakarta, MINA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, pakar hukum tata negara Feri Amsari, dan General Manager Dompet Dhuafa Arif Rahmadi Haryono berangkat ke Brussel, Belgia untuk menyuarakan solidaritas Palestina melalui jalur diplomasi politik, Ahad (19/4).
Selain tiga nama tersebut, Guru Besar Fakultas Hukum UI Prof Heru Susetyo, pegiat HAM Gustika Jusuf Hatta yang juga cucu Proklamator RI Mohammad Hatta, serta influencer Wanda Hamidah disebut turut mengikuti Konferensi Global Sumud Parlemen (The Global Sumud Parliamentary Congress) yang dijadwalkan pada 22 April 2026.
Anggota Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Irvan Nugraha saat melepas keberangkatan delegasi Indonesia itu menjelaskan, misi Global Sumud Flotilla dijalankan melalui berbagai jalur yang saling terhubung.
“Jadi secara umum memang Sumud Flotilla ini ada berbagai macam jalur. Jadi ada jalur laut yang kemarin kita sudah ada Teh Maimon Herawati dan juga Chiki Fawzi. Lalu ada jalur darat yang nanti insya Allah akan diberangkatkan dalam waktu dekat. Dan ini adalah jalur, mungkin kami bisa menyebutnya jalur politik ya,” kata Irvan kepada awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (19/4).
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Irvan menegaskan, upaya untuk menembus blokade Gaza memang harus didukung oleh melalui berbagai macam upaya termasuk tekanan politik.
“Nah ini bagian dari kami melihat ini harus melihatnya dari satu kesatuan satu bagian dari Global Sumud Flotilla itu sendiri,” katanya.
Para delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam misi menembus blokade Zionis Israel di Gaza bernama Global Sumud 2026 tersebut, baik melalui pelayaran laut, konvoi kendaraan dari Libya, maupun diplomasi politik tergabung dalam GPCI.
Dalam rilis resmi GPCI, Konferensi Global Sumud Parlemen di Brussels, Belgia akan berlangsung pada Rabu, 22 April mendatang.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Kegiatan itu disebut akan diikuti para ahli hukum internasional dan pegiat hak asasi manusia dari berbagai negara guna membahas langkah hukum untuk melindungi misi Global Sumud Flotilla 2026 dalam upaya menembus blokade Gaza.
Pertemuan tersebut, kata GPCI, juga akan mengulas perkembangan situasi di Gaza serta memperkuat konsolidasi internasional dalam menghadapi penjajahan dan genosida yang dilakukan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.
“Kongres ini juga terselenggara di tengah krisis yang akut. Lebih dari 18.500 warga sipil di Gaza membutuhkan perawatan medis khusus yang mustahil diakses akibat pengepungan rezim Israel,” demikian bunyi pernyataan penutup dari GPCI.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic