Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum “What’s Next?” AQL Dorong Solidaritas untuk Gaza Berlanjut hingga Rekonstruksi

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:21 WIB

19 Views ㅤ

Dewan Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) KH Bachtiar Nasir dan salah satu penggagas Sumud Flotilla, Syaikh Dr. Marwan Abu Ros dalam Forum diskusi strategis bertajuk “What’s Next?” yang digelar di Maqdisi AQL, Tebet, Jakarta, Senin (10/8). (Foto: Global Peace Convoy)

Jakarta, MINA – Forum diskusi strategis bertajuk “What’s Next?” yang digelar di Maqdisi AQL, Tebet, Jakarta, Senin (10/8), mendorong agar gerakan solidaritas dan kemanusiaan Global Sumud Flotilla tidak berhenti pada pengiriman bantuan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan jangka panjang hingga rekonstruksi Gaza.

Forum tersebut menghadirkan Dewan Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) KH Bachtiar Nasir dan salah satu penggagas Sumud Flotilla, Syaikh Dr. Marwan Abu Ros. Keduanya bersama peserta forum membahas langkah lanjutan gerakan kemanusiaan untuk Gaza, mulai dari penguatan jejaring masyarakat hingga persiapan rekonstruksi.

Rekonstruksi mencakup pembangunan kembali rumah, masjid, serta berbagai fasilitas masyarakat yang rusak. Upaya tersebut dinilai membutuhkan koordinasi yang kuat di antara lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah membangun model persaudaraan langsung antara masyarakat Indonesia dan Gaza. Hubungan tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama antarkeluarga, universitas, masjid, maupun lembaga sosial.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Model ini dinilai penting agar dukungan terhadap Gaza tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penyaluran bantuan logistik. Hubungan langsung antarmasyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan psikologis bagi warga Gaza sekaligus memperkuat solidaritas dalam jangka panjang.

Dengan pola tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan tidak hanya hadir ketika krisis terjadi, tetapi dapat terus mendampingi masyarakat Gaza dalam proses pemulihan dan pembangunan kembali.

Forum juga menilai Global Sumud Flotilla memiliki dampak yang melampaui jumlah kapal maupun bantuan yang dibawanya. Keberadaan armada kemanusiaan tersebut dipandang sebagai simbol penolakan terhadap pembatasan akses menuju Gaza sekaligus pesan bahwa perhatian masyarakat internasional terhadap Palestina terus bergerak.

Dalam forum tersebut, armada kemanusiaan itu digambarkan sebagai “paku yang ditancapkan ke jantung” Israel. Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan tekanan psikologis dan politik yang ditimbulkan oleh gerakan tersebut.
Perkembangan Global Sumud Flotilla juga dinilai turut mengubah percakapan publik internasional mengenai Palestina.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Diskusi di Maqdisi AQL menegaskan bahwa solidaritas terhadap Gaza perlu bergerak dari simpati menuju keterlibatan yang nyata, terorganisasi, dan berkelanjutan.
Jika Global Sumud Flotilla menjadi simbol upaya membuka jalan bagi bantuan dan solidaritas, rekonstruksi serta hubungan langsung antarmasyarakat dapat menjadi bagian dari agenda jangka panjang untuk memastikan Gaza tidak hanya dibela ketika krisis terjadi, tetapi juga didampingi dalam proses pemulihannya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Palestina
Dunia Islam
Internasional