Gaza, MINA – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan di Munir Al-Barsh mengatakan, Gaza sedang dibanjiri cokelat dan minuman ringan, sementara bahan bakar minyak (BBM), obat-obatan dan makanan pokok justru ditahan. Akibatnya, bayi-bayi dalam inkubator terus-menerus berada dalam risiko kematian.
“Truk-truk yang membawa agar-agar datang, truk lain membawa cokelat, dan minuman ringan mengalir masuk seolah-olah itu adalah tali kehidupan, tetapi BBM yang dibutuhkan untuk menjaga inkubator tetap berjalan masih dilarang,” kata Al-Barsh seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (15/4).
Al-Barsh menegaskan, situasi ini bukanlah kelangkaan sementara, melainkan manipulasi bantuan yang disengaja, yang menyembunyikan kelaparan yang terus berlangsung dan pembunuhan yang masih terjadi meskipun ada klaim gencatan senjata.
Di lorong-lorong Rumah Sakit Al-Shifa di Jalur Gaza, kata Al-Barsh, suara peralatan medis bercampur dengan jeritan para korban luka, para dokter berjuang menghadapi kenyataan pahit, bayi-bayi dalam inkubator membutuhkan listrik untuk bertahan hidup, namun BBM tidak tersedia, sementara bantuan yang datang tidak menyelamatkan mereka.
Baca Juga: Bendera Palestina Berkibar di Flag Path di Florida, Uruguay
Al-Barsh mengatakan, yang masuk ke Gaza bukanlah bantuan, melainkan ejekan kejam terhadap kematian.
Pada saat seperti itu, kata Al-Barsh, cokelat tidak berarti apa-apa bagi anak yang berjuang untuk bernapas di dalam inkubator yang terancam mati. Kalori tidak berarti apa-apa bagi seorang ibu yang menyaksikan monitor yang bisa mati kapan saja, membawa serta nyawa bayinya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Kecam Keras Penodaan Masjid Al-Aqsa oleh Ekstremis Zionis















Mina Indonesia
Mina Arabic