Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gedung Putih Umumkan Susunan Anggota Dewan Eksekutif Perdamaian Gaza

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 18 Januari 2026 - 06:18 WIB

Ahad, 18 Januari 2026 - 06:18 WIB

6 Views ㅤ

Gedung Putih di AS (Foto: Anadolu)

Washington, MINA – Gedung Putih secara resmi mengumumkan susunan anggota “Dewan Perdamaian” untuk Gaza, termasuk tokoh-tokoh penting dari Amerika Serikat dan internasional, sebagai bagian dari strategi Perdana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik serta memulihkan wilayah yang dilanda perang.

Pernyataan resmi dari pemerintah AS menyebutkan bahwa Presiden Trump akan memimpin badan perdamaian tersebut yang dirancang untuk mengawasi fase transisi pascagencatan senjata dan mendukung stabilitas jangka panjang di Jalur Gaza. Al-Jazeera melaporka, Sabtu (17/1).

Dalam daftar anggota eksekutif yang diumumkan, terdapat nama Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, serta Jared Kushner, menantu Presiden Trump yang sebelumnya juga terlibat dalam upaya perdamaian regional.

Selain itu, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair turut masuk dalam jajaran anggota dewan, bersama sejumlah tokoh ekonomi dan penasihat Amerika seperti Marc Rowan, Ajay Banga, dan Robert Gabriel, yang diharapkan memberikan dukungan keahlian dalam bidang pembangunan, diplomasi, dan investasi.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Posisi strategis lain juga diberikan kepada diplomat internasional Nickolay Mladenov, yang ditunjuk sebagai Perwakilan Tinggi untuk Gaza, berperan sebagai penghubung antara Dewan Perdamaian dengan komite teknokratis lokal yang akan menjalankan pemerintahan sehari-hari di wilayah tersebut.

Pengumuman ini muncul di tengah diskusi internasional soal peran Amerika Serikat dalam proses rekonstruksi Gaza, sekaligus kritik dari sejumlah pihak terkait komposisi dan mandat badan perdamaian yang baru ini, termasuk ketidakhadiran perwakilan resmi dari Israel maupun Hamas dalam jajaran eksekutif.

Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza merupakan bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump untuk menyelesaikan konflik panjang antara Israel dan Hamas yang berujung pada gencatan senjata yang rapuh sejak Oktober 2025.

Badan ini dirancang untuk mendukung pemerintahan transisi, rekonstruksi ekonomi, serta stabilitas sosial pascaperang, sembari bekerja sama dengan berbagai aktor internasional. []

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda