Tokyo, MINA – Jepang kembali dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu di sejumlah wilayah menembus 40 derajat Celsius. Kondisi cuaca yang tidak biasa tersebut menyebabkan 4.580 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit dalam sepekan akibat gangguan kesehatan terkait paparan panas, terutama heatstroke atau sengatan panas.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat suhu di sejumlah kota melampaui 40 derajat Celsius, sementara otoritas setempat terus mengeluarkan peringatan bahaya kepada masyarakat. NHK melaporkan, Senin (3/8).
Pemerintah mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air, serta menggunakan pendingin ruangan untuk mengurangi risiko dehidrasi dan sengatan panas.
Data otoritas penanggulangan bencana menunjukkan sebagian besar pasien yang dirawat merupakan kelompok lanjut usia, anak-anak, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta. Selain ribuan warga yang menjalani perawatan, gelombang panas juga dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa di sejumlah prefektur.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Fenomena suhu ekstrem turut mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan belajar mengajar, olahraga, hingga sektor pariwisata.
Sejumlah pemerintah daerah membuka pusat-pusat pendinginan (cooling centers) bagi warga, sementara perusahaan didorong menerapkan jam kerja yang lebih fleksibel guna mengurangi risiko paparan panas terhadap pekerja.
Para ahli mengaitkan meningkatnya frekuensi gelombang panas dengan dampak perubahan iklim global. Jepang bahkan memperkenalkan istilah kokushobi atau “hari panas ekstrem” untuk menandai kondisi ketika suhu melampaui 40 derajat Celsius dan membutuhkan kewaspadaan khusus dari masyarakat.
Otoritas kesehatan Jepang mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala seperti pusing, mual, kram otot, atau penurunan kesadaran akibat cuaca panas.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Pemerintah juga terus memantau perkembangan suhu dalam beberapa hari ke depan karena gelombang panas diperkirakan masih akan berlangsung di sejumlah wilayah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic