Jakarta, MINA – Project Lead Ummah for Earth Greenpeace Indonesia, Riska Rahman memaparkan dampak lingkungan serius akibat agresi Israel di Gaza dalam acara Milad Satu Dekade SMART 171 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Ahad (10/5).
Dalam presentasinya, Riska menyebut genosida di Gaza tidak hanya menimbulkan krisis kemanusiaan, tetapi juga kerusakan ekologis yang sangat besar. Ia menyampaikan, berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP) 2025, emisi karbon akibat perang di Gaza mencapai sekitar 31 juta ton CO2e.
Selain itu, sekitar 90 persen vegetasi di Gaza dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan dan aktivitas militer. Menurut Riska, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap ketahanan pangan, kualitas tanah, dan keberlangsungan ekosistem di wilayah tersebut.
“Tidak hanya manusia yang menjadi korban, tetapi juga lingkungan hidup. Ada jutaan ton sampah dan puing yang tidak bisa diolah di Gaza,” ujarnya.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Ia menambahkan, sekitar 2 juta ton sampah kini menumpuk dan sulit ditangani akibat hancurnya infrastruktur pengelolaan limbah.
Riska menegaskan, lingkungan tidak akan bisa aman, tumbuh, dan berkembang ketika tidak ada perdamaian. Karena itu, menurutnya, isu lingkungan dan isu kemanusiaan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
Ia mengatakan, lembagainya juga menaruh perhatian besar terhadap tragedi kemanusiaan di Gaza karena nilai perdamaian telah menjadi bagian dari identitas gerakan tersebut.
“Di nama Greenpeace sendiri ada kata ‘peace’. Itu berarti kami juga konsen terhadap isu perdamaian dan kemanusiaan,” kata Riska di hadapan peserta yang didominasi generasi muda dan pegiat solidaritas Palestina.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Laporan UNEP menyebutkan kerusakan lingkungan di Gaza mengancam kesehatan masyarakat serta keamanan air dan pangan dalam jangka panjang.
Berbagai pihak menilai, pemulihan Gaza nantinya tidak hanya membutuhkan rekonstruksi bangunan dan fasilitas umum, tetapi juga pemulihan lingkungan hidup yang telah rusak akibat perang berkepanjangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic