Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerbong Perempuan Sepi Usai Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 30 April 2026 - 14:28 WIB

Kamis, 30 April 2026 - 14:28 WIB

37 Views ㅤ

kereta commuter line (KRL) foto: KAI

Bekasi, MINA – Aktivitas di Stasiun Bekasi Timur mulai kembali normal setelah sempat terganggu akibat kecelakaan kereta, namun suasana di gerbong khusus perempuan justru tampak lebih lengang dari biasanya pada jam sibuk.

Pantauan di lokasi pada Kamis (30/4) sore menunjukkan sebagian besar penumpang perempuan memilih naik di gerbong campuran di bagian tengah rangkaian KRL.

Kondisi ini berbeda dengan situasi normal, di mana gerbong khusus perempuan biasanya menjadi pilihan utama bagi penumpang wanita.

Sejumlah pengguna mengaku masih diliputi rasa khawatir dan trauma pascakecelakaan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Salah satu penumpang menyebutkan bahwa korban dalam insiden tersebut didominasi perempuan, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk kembali menggunakan gerbong khusus wanita dalam waktu dekat.

Di sisi lain, lonjakan penumpang juga sempat terjadi saat layanan kembali dibuka. Kepadatan di peron membuat sebagian penumpang harus menunggu kereta berikutnya karena tidak mendapatkan tempat pada perjalanan pertama.

Situasi ini memperlihatkan tingginya mobilitas masyarakat meski masih dalam suasana pascakejadian.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan kereta yang terjadi pada 27 April 2026 di kawasan Bekasi Timur melibatkan kereta jarak jauh dan KRL Commuter Line, menyebabkan korban jiwa dan puluhan luka-luka serta gangguan operasional perjalanan kereta.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan operator kereta, untuk meningkatkan aspek keselamatan.

Pengamat transportasi menilai, pemulihan kepercayaan publik membutuhkan waktu, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan.

Selain perbaikan infrastruktur, pendekatan psikologis dan jaminan keamanan menjadi faktor penting agar pengguna kembali merasa aman menggunakan fasilitas publik, termasuk gerbong khusus perempuan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda