Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Palestina, Hamas menyerukan negara-negara Arab dan Islam yang berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian untuk mengambil sikap yang jelas dan praktis sebagai respons terhadap pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem dalam keterangannya yang dikutip Rabu (23/9) menyebut, Israel terus melakukan serangan yang menewaskan warga sipil Palestina meskipun ada kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di Sharm El-Sheikh hampir setahun lalu. Anadolu melaporkan.
Qassem menunjuk pada warga Palestina yang dilaporkan tewas di Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak. Ia menggambarkan serangan yang terus berlanjut sebagai perang pemusnahan Israel di wilayah tersebut.
Ia mengkritik Dewan Perdamaian dan lembaga-lembaganya karena kegagalan untuk secara eksplisit mengidentifikasi Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab merusak gencatan senjata.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
“Diamnya Dewan Perdamaian dan lembaga-lembaganya, serta ketidakmampuan mereka untuk secara jelas mengidentifikasi pendudukan sebagai pihak yang merusak kesepakatan gencatan senjata, tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan berlanjut,” kata Qassem.
Juru bicara Hamas itu juga mengkritik Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov dan mediator AS. Ia menuduh mereka berusaha memberikan penjelasan atas tindakan Israel dan mempertimbangkan pemilu Israel yang akan datang ketika merespons insiden gencatan senjata.
Qassem berargumen bahwa pendekatan seperti itu dapat memberikan perlindungan politik bagi kelanjutan aksi militer Israel dan melemahkan kesepakatan gencatan senjata.
Ia secara khusus menyerukan anggota Arab dan Islam di dewan tersebut untuk campur tangan. Ia juga menegaskan bahwa pihak Palestina tetap berkomitmen pada gencatan senjata.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic