Gaza, MINA – Hamas pada Senin (2/2) menyatakan mereka telah menyelesaikan persiapan untuk mentransfer pemerintahan di Gaza, kepada Komite Nasional untuk Administrasi Jalur Palestina.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan semua prosedur telah diselesaikan oleh badan-badan pemerintah dan administratif di Gaza untuk menyerahkan “semua kekuasaan dan sumber daya” kepada komite nasional independen yang bertugas mengelola Jalur Gaza. MEMO melaporkan.
“Segera setelah komite memasuki Jalur Gaza, proses penyerahan akan dimulai secara transparan dan komprehensif di semua sektor,” kata Qassem.
Hamas telah mengendalikan Gaza sejak tahun 2007, setelah runtuhnya pemerintahan persatuan nasional dan meningkatnya perselisihan dengan gerakan Fatah yang dipimpin oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, menyusul kemenangan Hamas dalam pemilihan legislatif Januari 2006.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
“Komite Nasional untuk Administrasi Gaza” disebut sebagai badan non-politik yang bertanggung jawab untuk mengawasi urusan layanan sipil sehari-hari. Komite ini terdiri dari 11 tokoh Palestina serta ketuanya, Ali Shaath.
Komite ini mulai bekerja pada pertengahan Januari dari Kairo, tetapi belum mulai beroperasi di dalam Gaza, tempat sekitar 2,4 juta warga Palestina hidup dalam kondisi yang semakin buruk.
Menurut laporan tersebut, komite ini adalah salah satu dari empat struktur yang diusulkan untuk mengelola fase transisi di Gaza, bersama dengan “Dewan Perdamaian”, “Dewan Eksekutif Gaza”, dan “Pasukan Stabilisasi Internasional”, di bawah rencana Gaza yang dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump. []
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic