NAMA lengkap Hamzah paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah Hamzah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf al-Qurasyi al-Hasyimi Abu Ammarah Radhiyallahu ‘anhu.
Hamzah lahir diperkirakan hampir bersamaan dengan Muhammad. Ia merupakan anak dari Abdul-Muththalib dan Haulah binti Wuhaib dari Bani Zuhrah. Menurut riwayat, pernikahan Abdul-Muththalib dan Abdullah bin Abdul-Muththalib terjadi bersamaan waktunya.
Ibu dari Nabi, Aminah binti Wahab, adalah saudara sepupu dari Haulah binti Wuhaib.
Hamzah mempunyai otak yang cerdas dan pendirian yang kuat, beliau termasuk tokoh Quraisy yang disegani.
Baca Juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Sayyidus Syuhada yang Gugur di Uhud
Selain salah seorang paman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Hamzah juga saudara sesusuan beliau.
Mereka berdua disusui oleh Tsuwaibah, bekas budak Abu Lahab. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Hamzah bin Abdul Mutthalib Radhiyallahu ‘anhu adalah saudara sepersusuanku.” [HR. Muslim]
Singa Allah dan Penghulu Syuhada di Hari Kiamat
Dari Atha bin Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Penghulu para syuhada pada hari kiamat adalah Hamzah bin Abdul Muththalib.” [HR. al-Hakim dalam Al-Mustadrak 2/130, 3/219]
Baca Juga: Kisah Sa’id bin ‘Amir, Sahabat Nabi yang Zuhud
Sa`d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Dahulu Hamzah bin Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anhu ikut serta dalam Perang Uhud. Di depan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ia mengatakan: ‘Aku adalah singa Allah Azza wa Jalla’.” [al-Hakim dalam Al-Mustadrak 3/193]
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga pernah bersabda, “Demi dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sesungguhnya Hamzah bin Abdul Muththalib telah ditulis di langit ke tujuh bahwa dia adalah singa Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya.” [Kitab Ash-Shahîhul Musnad Min Fadhâil Ash-Shahâbah hlm. 187]
Panji Pertama Rasulullah
Tatkala Allah Azza wa Jalla mengizinkan Rasul-Nya untuk berperang, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mulai mengutus para pasukan perang ke berbagai wilayah dengan tujuan tertentu. Ketika itu, panji pertama yang dibuat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah untuk Hamzah bin Abdul Muththalib radhiyallahu ‘anhu.
Baca Juga: Al-Miqdad bin Amr Kesatria Berkuda Pertama di Awal Islam
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengutus Hamzah bersama 30 orang Muhajirin, untuk menghadang kafilah dagang Quraisy. Rombongan dagang itu datang dari Syam, dipimpin oleh Abu Jahal bin Hisyam dengan 300 orang Quraisy.
Sampailah Hamzah dan orang-orang yang bersamanya di Saiful Bahr dari arah al-Ish. Dia bertemu dengan Abu Jahal dan para pengikutnya. Kemudian kedua kelompok itu memilih berperang dan menghunus pedang-pedang mereka, kecuali Majdi bin Umar al-Juhani yang mempunyai hubungan erat dengan 2 kelompok itu. Ia berjalan di antara dua kelompok itu dan memisahkan mereka, sehingga perang pun tidak terjadi.
Pejuang Terdepan dalam Duel Perang Badar
Dalam perang Badar al-Kubra, Hamzah adalah pejuang terdepan dalam mubarazah (perang tanding atau duel).
Baca Juga: Mu’adz bin Jabal, Sahabat Nabi yang Paling Mengetahui Halal dan Haram
Ali bi Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Utbah bin Rabi`ah maju, kemudian diikuti oleh anak laki-laki dan saudaranya. Ia berseru: ‘Siapa yang akan maju tanding?’ Kemudian beberapa pemuda Anshar pun meladeninya. Utbah bertanya: ‘Siapa kalian?’ Mereka pun memberitahukan diri mereka. Lalu Utbah berkata: ‘Kami tidak ada urusan dengan kalian, yang kami butuhkan hanyalah kaum kami.’ Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata: ‘Berdirilah, wahai Hamza! Berdirilah, wahai Ali! Berdirilah, wahai Ubadah bin al-Harits.’ Kemudian Hamzah mendatangi Utbah, aku (Ali) mendatangi Syaibah, sedangkan Ubadah dan al-Walid saling memukul 2 pukulan. Setelah kami (Ali dan Hamzah) mengalahkan musuh, lalu kami menuju al-Walid dan membunuhnya. Kami membawa Ubadah kembali ke pasukan kaum Muslimin.” Kisah ini menjelaskan bahwa Hamzah bin Abdul Mutthalib ikut berduel dalam perang Badar. [Ash-shahâbah hlm 305-306]
Kedua kelompok yang berduel itu disebut Pasukan Allah Azza wa Jalla dan Pasukan Setan.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
هَٰذَانِ خَصْمَانِ اخْتَصَمُوا فِي رَبِّهِمْ
Baca Juga: Shuhaib bin Sinan ar-Rumi: Sahabat Nabi yang Rela Kehilangan Harta demi Hijrah
“Inilah dua golongan (golongan Mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai rabb mereka.” [QS. al-Hajj/22:19]
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bersumpah bahwa ayat di atas turun berkenaan dengan orang-orang yang berduel dalam perang Badar, yaitu Hamzah, Ali, Ubaidah bin al-Harits, Utbah bin rabi`ah, Syaibah bin rabi`ah dan al-Walid bin Utbah.
Ali radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa ayat di atas turun tentang orang-orang yang berduel pada saat perang Badar. [Ash-shahabah]
Kesaksian Abdurrahman bin Auf
Baca Juga: Sa’d bin Abi Waqqash, Panglima Perang Qadisiyah yang Mengguncang Kekaisaran Persia
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu, salah seorang Sahabat yang dijamin masuk surga, memberikan persaksian bahwa Hamzah lebih baik daripada dirinya.
Abdurrahman bin Auf juga mengatakan: “Hamzah telah terbunuh, padahal dia adalah orang yang lebih baik dariku, kemudian dunia dilapangkan bagi kami, atau mengatakan kami mendapatkan kesenangan dunia. Sungguh, kami takut kebaikan-kebaikan kami diberikan (di dunia-pent).” Kemudian dia menangis dan meninggalkan makanan itu.” [hlm 186, nukilan dari al-Bukhari no. 1275]. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Abdullah bin Umar: Pribadi Tangguh Banyak Meriwayatkan Hadits
















Mina Indonesia
Mina Arabic