Jakarta, MINA – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax berpeluang mengalami penurunan jika tren pelemahan harga minyak mentah dunia terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penyesuaian harga Pertamax sangat bergantung pada pergerakan harga minyak dunia.
Menurutnya, ketika harga minyak global mengalami penurunan secara berkelanjutan, harga BBM nonsubsidi di dalam negeri juga memiliki peluang untuk disesuaikan ke level yang lebih rendah.
Senada dengan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi ditetapkan berdasarkan harga keekonomian dan perkembangan pasar internasional.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Karena itu, mekanisme yang berlaku tidak hanya memungkinkan kenaikan harga saat minyak dunia melonjak, tetapi juga membuka peluang penurunan ketika harga energi global melemah.
Sebelumnya, Pertamax mengalami kenaikan harga sebagai dampak lonjakan harga minyak dunia dan gejolak pasar energi internasional.
Pemerintah sempat berupaya menahan kenaikan tersebut demi menjaga daya beli masyarakat, namun pada akhirnya penyesuaian harga dilakukan untuk mengikuti kondisi pasar dan menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan tersebut berbeda dengan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan solar subsidi yang tetap dipertahankan untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Sementara itu, produk BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dex Series mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Potensi penurunan harga Pertamax dapat menjadi sentimen positif bagi konsumsi rumah tangga dan sektor usaha. Namun, harga BBM ke depan masih sangat dipengaruhi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah.
Dengan demikian, kepastian penurunan harga masih bergantung pada stabilitas pasar energi internasional dalam beberapa pekan mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic