Kairo, MINA – Mulai Senin (2/2), Mesir akan menerima pasien Palestina dari Gaza melalui penyeberangan perbatasan Rafah untuk perawatan medis, di tengah meningkatnya peringatan bencana kesehatan yang mengancam.
Cairo News Channel melaporkan sisi Palestina dari penyeberangan tersebut telah dibuka untuk uji coba, dengan operasi penuh akan dimulai hari ini. Unit perawatan intensif bergerak dan ambulans 24 jam telah disiapkan untuk menangani pasien yang datang.
Dikutip dari Palinfo, Dr. Mohammed Abu Salmiya, Direktur Kompleks Medis Al-Shifa di Gaza, memperingatkan tidak adanya mekanisme yang jelas untuk evakuasi pasien dapat menyebabkan peningkatan signifikan dalam jumlah kematian. Ia mengatakan bahwa sekitar 20.000 pasien dan individu yang terluka sangat membutuhkan perhatian medis, termasuk 4.500 anak-anak.
Ia menambahkan di antara mereka terdapat 440 kasus kritis dan hampir 4.000 pasien kanker, banyak di antaranya berada dalam daftar tunggu darurat untuk meninggalkan Gaza.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Koordinator Kegiatan Pendududkan Israel mengumumkan pada Ahad (1/2) bahwa penyeberangan tersebut telah dibuka kembali bekerja sama dengan Uni Eropa dan Mesir, menandai pertama kalinya dalam lebih dari 18 bulan sisi Palestina beroperasi setelah hampir sepenuhnya ditutup.
Hamas sebelumnya menegaskan hak penduduk Gaza untuk mengakses Rafah harus ditegakkan, memperingatkan pembatasan apa pun yang diberlakukan oleh Israel akan melanggar hukum internasional dan perjanjian gencatan senjata.
Gambar-gambar terbaru menunjukkan penyeberangan tersebut mengalami kerusakan besar setelah serangan Israel pada Mei 2024. Pengaspalan jalan sebagian dan jalur baru sedang dipasang untuk memudahkan transportasi pasien, bahkan ketika pasukan Israel mempertahankan kendali atas sisi Palestina sejak perang dimulai pada Oktober 2023.
Penyeberangan Rafah sempat dibuka selama gencatan senjata pada Januari 2025 untuk memungkinkan lewatnya pasien dan orang-orang yang terluka, tetapi ditutup kembali setelah dimulainya kembali serangan pada Maret tahun yang sama. []
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic