Atlanta, MINA – Analis urusan Israel Nizar Nazzal menegaskan bahwa politik tidak dapat dipisahkan dari bidang apa pun, termasuk olahraga, terutama karena olahraga telah menjadi panggung bagi berbagai narasi yang saling bersaing di tingkat global.
Menurut Nazzal, upaya memisahkan politik dari olahraga pada akhirnya justru menguntungkan Zionis Israel, sementara penerapannya hampir mustahil dilakukan di stadion maupun ajang olahraga internasional.
Ia menilai Zionis Israel akan terus mengkritik setiap narasi yang mengungkap tindakan mereka di Gaza, baik yang disampaikan oleh pelatih tim nasional Mesir Hossam Hassan maupun tokoh lainnya.
“Israel akan terus menyerang setiap narasi yang mengungkap apa yang terjadi di Gaza,” ujar Nazzal, seraya menambahkan bahwa popularitas Hossam Hassan membuat pesannya berpotensi menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Mengutip CNN, Senin (13/7).
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Di tengah perdebatan tersebut, pelatih tim nasional Mesir Hossam Hassan kembali menegaskan dukungannya kepada Palestina menjelang pertandingan melawan Argentina pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Berbicara dalam konferensi pers pada Senin malam waktu setempat, Hassan menyatakan bahwa penderitaan rakyat Palestina merupakan persoalan kemanusiaan universal yang tidak mengenal batas agama, kebangsaan, maupun latar belakang budaya.
“Jika ada siapa pun di dunia ini yang tidak merasakan penderitaan rakyat Palestina, mereka telah kehilangan bagian penting dari kemanusiaan mereka, terlepas dari kewarganegaraan, agama, atau latar belakang mereka,” kata Hassan.
Pelatih berjuluk “The Pharaoh” itu juga mengajak para pemimpin dunia dan pihak yang memiliki pengaruh untuk membayangkan diri mereka atau anak-anak mereka menjalani kehidupan sebagaimana yang dialami warga Gaza saat ini.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Ia menggambarkan kondisi warga Palestina yang hidup di ruang terbuka di bawah terik matahari maupun hujan tanpa tempat berlindung dan tanpa rasa aman akibat serangan Zionis Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Hassan menyebut kondisi tersebut sebagai “noda pada hati nurani dunia” dan menyerukan dukungan internasional terhadap hak rakyat Palestina untuk hidup dengan aman dan bermartabat.
“Tolong, sampaikan pesan Anda bahwa rakyat Palestina berhak untuk hidup,” ujarnya.
Dukungan Hossam Hassan terhadap Palestina sebelumnya juga menjadi sorotan ketika ia terlihat membawa palestina/">bendera Palestina di lapangan saat berlangsungnya Piala Dunia 2026, sebuah aksi yang mendapat perhatian luas di media internasional.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Pernyataan Hassan memicu reaksi dari sejumlah media Israel. Harian Israel Yedioth Ahronoth menuduh pelatih Mesir itu memanfaatkan sorotan media global untuk kembali menyampaikan dukungannya kepada Palestina.
Sementara itu, The Times of Israel mencatat bahwa Hassan kembali menegaskan posisinya terkait Palestina, sedangkan Israel Hayom melaporkan kemarahan sejumlah kalangan di Israel atas solidaritas yang terus disampaikan pelatih asal Mesir tersebut kepada rakyat Palestina.
Media Arab berbahasa Inggris Asharq Al-Awsat melaporkan munculnya perdebatan mengenai hubungan antara politik dan olahraga.
Sebagian pihak menilai olahraga seharusnya dipisahkan dari politik, sementara pihak lain menilai olahraga sejak lama telah menjadi ruang bagi penyampaian pesan-pesan kemanusiaan dan keadilan.
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
Meski Timnas Mesir akhirnya tersingkir setelah kalah dalam laga dramatis melawan Argentina, dukungan Hossam Hassan terhadap Palestina justru menjadi salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan sepanjang perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic