Bogor, MINA – Fenomena “negara barbar modern” menjadi salah satu bahasan dalam seminar bertajuk Pemetaan Strategi Umat dalam Menyikapi Eskalasi Konflik Iran, Amerika Serikat dan Israel yang digelar di Kampus STAI Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, Sabtu (7/3).
Imaam Yakhsyallah menyampaikan materi tentang fenomena “manusia barbar dan negara barbar modern” dalam seminar tersebut. Tema itu diangkat untuk mengkaji perilaku negara kuat dalam konflik global yang dinilai sering mengabaikan nilai kemanusiaan.
Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa istilah “barbar” pada masa lalu digunakan untuk menggambarkan kelompok masyarakat yang dianggap tidak beradab.
Namun dalam konteks dunia modern, konsep tersebut juga digunakan secara metaforis untuk menggambarkan tindakan negara yang menggunakan kekuatan militer secara berlebihan sehingga menimbulkan penderitaan luas bagi masyarakat sipil.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Imaam Yakhsya juga menyebutkan bahwa praktik barbarisme modern dapat terlihat ketika kekerasan dilakukan atas nama keamanan nasional atau kepentingan geopolitik. Serangan militer, blokade ekonomi, maupun tekanan politik terhadap negara lain seringkali berdampak besar terhadap rakyat sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
Dalam diskusi tersebut juga disoroti adanya standar ganda dalam politik global. Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok kecil sering dilabeli sebagai barbar atau terorisme, tetapi ketika dilakukan oleh negara besar kerap disebut sebagai operasi militer atau langkah strategis demi keamanan.
Seminar yang diikuti oleh berbagai kalangan tersebut bertujuan membangun kesadaran strategis umat Islam dalam membaca perkembangan geopolitik internasional, khususnya meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dikhawatirkan berdampak luas terhadap stabilitas dunia.
Kegiatan ilmiah ini merupakan bagian dari upaya STAI Al-Fatah Cileungsi dalam mendorong diskusi akademik terkait isu-isu global yang memengaruhi umat Islam. Melalui forum tersebut diharapkan lahir pemikiran strategis serta perspektif keadilan dan kemanusiaan dalam menyikapi konflik internasional. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic