Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IMF Setujui Angsuran Pinjaman AS $ 2 Miliar untuk Mesir

Rudi Hendrik - Ahad, 1 Juli 2018 - 06:14 WIB

Ahad, 1 Juli 2018 - 06:14 WIB

2 Views ㅤ

Washington, MINA – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Jumat (29/6) menyetujui pencairan keempat dana pinjaman sebesar AS$ 2 miliar kepada Mesir dari total pinjaman sebesar AS$ 12 miliar selama tiga tahun.

IMF sudah mencairkan pinjaman sebesar lebih dari AS$ 8 miliar berdasarkan kesepakatan bantuan yang ditandatangani pada November 2016 untuk mendukung program reformasi ekonomi Kairo, demikian Nahar Net melaporkan.

Sejak kesepakatan dengan lembaga yang berkantor pusat di Washington itu, pemerintah Mesir telah memberlakukan langkah-langkah penghematan yang keras dan mulai menghentikan subsidi pada banyak barang dan jasa.

Bulan ini pemerintah menaikkan harga BBM sebanyak 50 persen dan tarif listrik sekitar 25 persen.

Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun

Harga-harga bagi konsumen melambung karena mata uang Mesir yang undervalue dan pemerintah mengadopsi pajak pertambahan nilai.

Pemerintah mengatakan, pemotongan subsidi diperlukan dan mengakui bahwa itu akan menyebabkan kenaikan tajam ongkos taksi.

IMF mengatakan, Mesir mulai memetik manfaat dari reformasi dan memperkirakan ekonomi akan tumbuh 5,2 persen tahun ini. Inflasi diperkirakan turun menjadi 20 persen pada akhir 2018 dari 33 persen tahun lalu.

Namun, staf IMF pada bulan Mei menekankan bahwa pemerintah masih perlu memperkuat jaring pengaman sosialnya.

Baca Juga: Wabah Ebola di Kongo Belum Berhenti, 8.000 Kasus Terkonfirmasi, 3.900 Meninggal

Pengamat pun menilai, masih ada risiko bahwa Mesir mungkin menjadi korban dari keberhasilannya sendiri. Ini dipicu kombinasi antara tagihan surat utang jangka pendek dengan nilai tukar mata uang Mesir yang undervalue, membuat tagihan terhadap pemerintah membengkak. (T/RI-1/R01)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Konflik Ethiopia Kembali Memanas, Mesir, Sudan dan Eritrea Terseret

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Internasional
Dunia Islam