Jakarta, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan keprihatinan mendalam menyusul serangan rudal dan drone yang kembali menghantam fasilitas kilang minyak di Uni Emirat Arab (UEA) untuk hari kedua berturut-turut.
Lewat akun X resminya pada Rabu (6/5), Kemlu menegaskan bahwa serangan semacam ini tidak hanya memicu eskalasi ketegangan di kawasan, tetapi juga melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah ada.
“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas laporan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di Perserikatan Emirat Arab,” tulis Kemlu.
Menurut Kemlu, serangan tersebut juga berpotensi besar mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global. Dampaknya, kata Kemlu, bisa meluas hingga ke negara-negara di luar kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Oleh karena itu, Indonesia dengan tegas mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera menahan diri dan menghormati kesepakatan gencatan senjata secara penuh.
“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata secara penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” ujar Kemlu.
Indonesia juga mengajak semua pihak untuk melakukan de-eskalasi dan mengedepankan dialog sebagai jalan keluar.
“Indonesia siap mendukung berbagai upaya de-eskalasi dan mengedepankan dialog untuk mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan di kawasan,” tambah Kemlu.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Kemlu juga tidak lupa mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal atau berada di UEA untuk tetap tenang, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya aktif merespons serangan rudal dan drone yang diduga datang dari wilayah Iran pada Selasa (5/5) waktu setempat.
Namun, Iran membantah keras. Komando pusat Khatam al-Anbiya pada militer Iran menyatakan tidak melancarkan operasi rudal atau drone apa pun terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic