London, MINA – Sebuah pernyataan bersama dari para pemimpin Inggris, Italia, Prancis, dan Jerman di Roma pada Jumat (22/5) menyerukan kepada Pemerintah Israel untuk “mengakhiri perluasan permukiman dan kekuasaan administratifnya, dan memastikan pertanggungjawaban atas kekerasan yang dilakukan para pemukim.”
“Selama beberapa bulan terakhir, situasi di Tepi Barat telah memburuk secara signifikan. Kekerasan yang dilakukan para pemukim berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kebijakan dan praktik pemerintah Israel, termasuk penguatan lebih lanjut kendali Israel, merusak stabilitas dan prospek solusi dua negara,” kata pernyataan bersama keempat negara, WAFA melaporkan.
“Hukum internasional jelas: permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal. Proyek pembangunan di daerah E1 tidak akan menjadi pengecualian,” kata pernyataan tersebut.
Menurut keempat pemerintah negara Eropat tersebut, pembangunan permukiman E1 akan membagi Tepi Barat menjadi dua dan menandai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
“Perusahaan tidak boleh mengajukan penawaran untuk tender konstruksi E1 atau pembangunan permukiman lainnya. Mereka harus menyadari konsekuensi hukum dan reputasi dari partisipasi dalam pembangunan pemukiman, termasuk risiko terlibat dalam pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” kata pernyataan tersebut.
“Kami menyerukan kepada Pemerintah Israel untuk mengakhiri perluasan permukiman dan kekuasaan administratifnya, memastikan akuntabilitas atas kekerasan pemukim dan menyelidiki tuduhan terhadap pasukan Israel, menghormati perwalian Hashemite atas Situs Suci Yerusalem dan pengaturan status quo historis, serta mencabut pembatasan keuangan pada Otoritas Palestina dan ekonomi Palestina,” tegas pernyataan itu. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
















Mina Indonesia
Mina Arabic