Teheran, MINA — Iran pada Rabu (25/3) mengusulkan pembentukan sebuah aliansi keamanan dan militer di kawasan Timur Tengah yang tidak melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Teheran menilai bahwa stabilitas kawasan seharusnya dijaga oleh negara-negara regional tanpa campur tangan kekuatan luar.
Juru bicara Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, dalam pesan video yang rilis Anadolu ditujukan kepada negara-negara Arab dan Islam, menegaskan bahwa sudah saatnya membangun sistem keamanan kolektif yang mandiri. Ia menekankan bahwa kehadiran AS dan Israel tidak diperlukan dalam menjaga keamanan Timur Tengah.
Zolfaghari juga menggambarkan konflik yang melibatkan AS dan Israel sebagai fase baru, dengan Iran berada di garis depan dalam membela dunia Islam. Ia menyerukan pentingnya persatuan negara-negara Muslim serta mengurangi ketergantungan pada kekuatan eksternal, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam membangun sistem keamanan bersama.
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Menurutnya, kerja sama tersebut harus mengarah pada pembentukan perjanjian keamanan kolektif yang berakar pada nilai-nilai Islam sebagai fondasi yang kuat.
Namun, seruan Iran ini mendapat respons kritis dari pihak lain di kawasan. Pekan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyatakan bahwa Iran keliru jika menganggap negara-negara Teluk tidak mampu merespons tindakannya.
Ia menilai bahwa langkah Iran justru akan memperdalam isolasi internasionalnya. Faisal juga menuding Teheran telah berulang kali melanggar prinsip hubungan bertetangga yang baik serta melakukan serangan terhadap wilayah negara-negara Teluk.
Lebih lanjut, ia menyebut Iran menjalankan kebijakan tekanan untuk mencapai kepentingannya. Negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), menurutnya, kini tengah meningkatkan koordinasi untuk menghadapi ancaman tersebut, termasuk dugaan serangan terhadap fasilitas sipil di kawasan pada awal konflik. []
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic