Teheran, MINA – Iran memperingatkan akan mengambil langkah tegas dengan menutup jalur strategis Laut Merah apabila Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal Iran di kawasan Selat Hormuz.
Ancaman tersebut disampaikan oleh pejabat militer Iran sebagai respons atas meningkatnya tekanan militer Washington. Tasnim melaporkan, Kamis (166/4).
Komandan militer Iran menegaskan bahwa blokade AS tidak hanya mengganggu aktivitas perdagangan Iran, tetapi juga menciptakan ketidakamanan bagi kapal komersial dan tanker minyak. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “pendahulu pelanggaran gencatan senjata” yang saat ini masih berlangsung.
Iran bahkan memperluas ancamannya dengan menyatakan siap menghentikan aktivitas ekspor dan impor di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah jika tekanan terus berlanjut. Hal ini menunjukkan potensi eskalasi konflik ke jalur pelayaran internasional yang lebih luas.
Baca Juga: Slovenia Siapkan Referendum Keluar NATO, Tekankan Kedaulatan Nasional
Blokade yang diberlakukan Amerika Serikat sendiri dimulai pada April 2026 setelah gagalnya perundingan damai dengan Iran. Langkah tersebut bertujuan menekan Teheran secara ekonomi dan militer, khususnya terkait program nuklir dan konflik regional yang sedang berlangsung.
Situasi ini menjadi bagian dari krisis besar di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital energi dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut. Gangguan terhadap jalur ini telah memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.
Ancaman Iran terhadap Laut Merah dapat memperluas dampak konflik ke jalur perdagangan global lainnya, termasuk rute menuju Terusan Suez. Jika hal ini terjadi, bukan hanya kawasan Timur Tengah yang terdampak, tetapi juga perdagangan internasional secara keseluruhan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: China Desak Dibukanya Blokade AS di Selat Hormuz, Dinilai Picu Krisis Energi Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic