Beijing, MINA – Pemerintah China melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat yang memblokade jalur pelayaran strategis Selat Hormuz setelah gagalnya perundingan dengan Iran. Beijing menilai langkah tersebut sebagai tindakan gegabah yang dapat memperparah ketegangan global.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan bahwa blokade tersebut merupakan tindakan berbahaya dan tidak bertanggung jawab, karena berpotensi merusak stabilitas kawasan serta mengancam keselamatan jalur pelayaran internasional. CNA melaporkan, Rabu (15/4).
China juga menegaskan bahwa satu-satunya solusi untuk meredakan konflik adalah melalui gencatan senjata menyeluruh dan dialog diplomatik. Beijing menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Blokade ini dilakukan Washington sebagai bagian dari tekanan terhadap Iran, menyusul kegagalan pembicaraan damai di Islamabad. Langkah tersebut menandai peningkatan signifikan dalam konflik yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Trump ‘Serang’ PM Italia Usai Bela Paus Leo dan Tolak Dukung Perang Iran
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan mengganggu rantai pasok internasional, khususnya bagi negara-negara di Asia yang sangat bergantung pada impor minyak.
Ketegangan di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga memperlihatkan perpecahan di antara kekuatan global. Di tengah situasi tersebut,
China berupaya memposisikan diri sebagai pihak yang mendorong stabilitas dan penyelesaian damai, sekaligus menjaga kepentingan energi nasionalnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Armada Global Sumud Flotilla Lanjutkan Pelayaran ke Gaza Usai Tertunda Imbas Cuaca Buruk
















Mina Indonesia
Mina Arabic