Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Slovenia Siapkan Referendum Keluar NATO, Tekankan Kedaulatan Nasional

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 16 April 2026 - 07:27 WIB

Kamis, 16 April 2026 - 07:27 WIB

39 Views ㅤ

Ketua Parlemen Slovenia Zoran Stevanovic (foto: X)

Ljubljana, MINA – Slovenia berencana menggelar referendum terkait kemungkinan keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), sebagaimana disampaikan Ketua Parlemen Zoran Stevanovic dalam pernyataannya kepada media.

Stevanovic menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari janji politik kepada rakyat. Ia menyatakan bahwa Slovenia harus menjalankan kebijakan luar negeri yang independen dan tidak berada di bawah tekanan kekuatan mana pun. MEMO melaporkan.

Menurutnya, keterlibatan dalam konflik militer internasional tidak memberikan keuntungan bagi Slovenia. Karena itu, pemerintah mendorong kebijakan non-intervensi serta hubungan yang seimbang dengan berbagai negara, termasuk kekuatan besar dunia.

Meski demikian, Stevanovic mengakui bahwa dukungan publik untuk keluar dari Uni Eropa relatif kecil, karena Slovenia masih memperoleh banyak manfaat ekonomi dari keanggotaan tersebut. Referendum yang direncanakan saat ini difokuskan pada NATO, bukan Uni Eropa.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Langkah ini muncul di tengah dinamika politik domestik pasca pemilu parlemen 2026 yang menghasilkan komposisi kekuatan politik lebih terfragmentasi. Isu kedaulatan dan kebijakan luar negeri menjadi salah satu agenda penting dalam perdebatan politik nasional.

Sebagai informasi, Slovenia resmi bergabung dengan NATO pada 2004 setelah referendum pada 2003 yang menunjukkan mayoritas rakyat mendukung keanggotaan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dukungan terhadap NATO cenderung menurun, seiring meningkatnya wacana kemandirian kebijakan luar negeri di Eropa. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Palestina
Eropa
Palestina
Dunia Islam