Teheran, MINA – Iran menyerukan masyarakat internasional mengambil tindakan serius dan tegas untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Seruan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 yang akan berlangsung di New York. Teheran juga mengecam tindakan Israel yang disebutnya terus menimbulkan korban dan memperluas penguasaan wilayah Palestina.Press TV melaporkan, Senin (21/9).
Dalam pernyataannya, Iran juga menyoroti situasi di Masjid Al-Aqsa dan kawasan Tembok Buraq. Teheran menuduh Israel melakukan pembunuhan dan penyiksaan secara sistematis terhadap warga Palestina serta menyebut lebih dari 10.000 perempuan dan anak-anak Palestina telah ditahan.
Iran menilai rangkaian tindakan tersebut telah berdampak terhadap kredibilitas PBB dan penegakan hukum internasional. Teheran juga menuduh Israel sebagai salah satu negara yang paling banyak melanggar resolusi PBB, serta meminta pertanggungjawaban melalui mekanisme hukum internasional.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Menjelang sidang tersebut, Iran meminta negara-negara anggota PBB mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri. Teheran juga menyerukan penghentian pendudukan dan penyitaan tanah, pembukaan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, serta langkah untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab menghadapi proses hukum.
Sidang Umum PBB ke-81 mengusung tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers For All”. Debat umum dijadwalkan berlangsung pada 22–26 September dan 28 September 2026, dengan isu Palestina menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic