Teheran, MINA — Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeluarkan peringatan keras terhadap Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait rencana latihan militer dengan tembakan langsung di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Samudra Hindia.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran serta kekhawatiran potensi eskalasi konflik di kawasan. Anadolu melaporkan, Sabtu (31/1).
Iran sebelumnya mengumumkan bahwa IRGC akan menggelar latihan angkatan laut bersenjata selama dua hari di perairan sempit tersebut, diperkirakan berlangsung pada awal Februari mendatang.
Latihan itu mencakup manuver dengan tembakan langsung, yang menurut Teheran diperlukan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan pasukan angkatan lautnya.
Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu
CENTCOM dalam pernyataannya menegaskan bahwa AS “tidak akan menoleransi tindakan yang tidak aman” oleh IRGC, terutama yang dapat membahayakan keselamatan kapal perang Amerika Serikat, personel militer, atau lalu lintas maritim internasional.
Peringatan itu mencakup larangan penerbangan rendah atau bersenjata di atas kapal AS, pendekatan kapal cepat ke jalur tabrakan, dan pengarahan senjata ke arah pasukan AS.
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, di mana ratusan kapal komersial melintas setiap harinya demi mendukung perdagangan minyak global.
Para sekutu AS di Timur Tengah turut menyerukan kehati-hatian guna mencegah konflik yang lebih luas dan gangguan terhadap pasokan energi global.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit yang menjadi urat nadi ekspor minyak dan gas dari negara-negara Teluk ke pasar internasional.
Sekitar 20% dari total minyak dunia melintasi selat ini setiap hari, menjadikannya sangat penting bagi stabilitas ekonomi global. Karena perannya yang krusial, setiap potensi gangguan militer atau keamanan di kawasan ini berisiko berdampak luas terhadap harga energi, keamanan perdagangan internasional, dan stabilitas geopolitik di Timur Tengah serta sekitarnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
















Mina Indonesia
Mina Arabic