Teheran, MINA – Militer Iran kembali melancarkan serangan terhadap tiga pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menggunakan rudal dan drone, menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin (16/3) menyatakan telah melakukan serangan terkoordinasi ke tiga instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah pada Ahad (16/3). Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi balasan Iran di tengah meningkatnya konflik militer regional.
Menurut laporan media dan pernyataan yang dikutip Farsnews, tiga target yang diserang meliputi pangkalan udara Al-Harir di Erbil, Irak, serta dua instalasi militer AS di Kuwait, yakni Ali Al Salem Air Base dan Camp Arifjan. Serangan disebut menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tempur milik Iran.
IRGC menyebut operasi ini sebagai bagian dari gelombang lanjutan operasi militer yang mereka sebut “Janji Sejati 4”, yang ditujukan untuk menyerang kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Serangan tersebut juga diklaim sebagai respons atas berbagai serangan udara yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel terhadap sejumlah fasilitas militer Iran.
Konflik di Timur Tengah memang terus meningkat sejak akhir Februari 2026 setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke sejumlah target militer Iran.
Salah satu serangan signifikan adalah pemboman di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia, yang menghantam puluhan fasilitas militer.
Sebagai balasan, Iran melancarkan berbagai serangan terhadap aset militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk. Serangan tersebut tidak hanya menyasar pangkalan militer di Irak dan Kuwait, tetapi juga lokasi lain yang menjadi tempat penempatan pasukan atau fasilitas militer negara Barat.[]
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic