Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Muhasabah Akhir Tahun 1447 Hijriyah, Menimbang Diri Sebelum Ditimbang

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 5 Juni 2026 - 04:44 WIB

Jumat, 5 Juni 2026 - 04:44 WIB

1210 Views ㅤ

Ali Farkhan Tsani (Dok MINA)

JUMAT ini kita memasuki akhir tahun 1447 Hijriyah. Untuk itu, Khutbah Jumat edisi kali ini mengkaji “Muhasabah Akhir Tahun 1447 Hijriyah, Menimbang Diri Sebelum Ditimbang” yang ditulis oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional yang juga Wartawan Kantor Berita MINA (Minanews).

Berikut teks khutbah selengkapnya:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ، وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِمَامُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَأَفْضَلُ خَلْقِ اللَّهِ أَجْمَعِينَ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Zat yang waktu dan musim bergulir dalam genggaman kuasa-Nya. Hari ini kita dipertemukan kembali dengan Sayyidul Ayyam, induk segala hari, Jumat yang penuh berkah. Nafas masih teratur, langkah masih tegap, dan iman masih bersemayam di relung jiwa. Sungguh, ini karunia yang tak terhitung.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Shalawat teriring salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah mengantarkan manusia dari alam jahiliyah ke alam yang penuh hidayah.

Saat ini, bulan Dzulhijjah sedang bersandar di ambang pintu peradaban kita. Ia adalah bulan ke-12, bulan terakhir dalam rangkaian waktu yang Allah ciptakan. Sebelum berganti tahun baru Hijriyah, sejenak mari kita berhenti. Bukan sekadar untuk bernapas, tetapi untuk muhasabah, menimbang diri sebelum kelak ditimbang di hadapan-Nya.

Selanjunya, Marilah kita tingkatkan rasa syukur dengan istiqamah dalam takwa. Melaksanakan perintah Allah, menghidupkan sunnah Rasul, menjauhi larangan-Nya. Karena takwa adalah bekal paling utama untuk perjalanan panjang menuju keabadian.

Allah berfirman:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 102).

Dan dalam ayat lain:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا – يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71).

Takwa bukan sekadar jargon. Ia adalah akumulasi segala kebaikan. Ia adalah perisai dari segala kejahatan. Dengan takwa, pintu pertolongan Allah terbuka lebar.

Saudaraku yang dirindukan syurga,

Kita berada di penghujung tahun 1447 Hijriyah. Waktu berlari lebih cepat dari bayangan. Umur kita bertambah, tetapi jatah hidup semakin menipis. Lalu, apakah hari-hari yang kita lalui membawa kita lebih dekat kepada-Nya, atau justru sebaliknya?

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Husnul khatimah, akhir yang baik, adalah harapan terbesar setiap Muslim. Maka jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna.

Allah mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Q.S. Al-Hasyr [59]: 18).

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata dengan bijak: “Hisablah (hitunganlah) diri kalian sebelum kalian dihisab (oleh Allah).”

Dan Imam Al-Ghazali mengibaratkan muhasabah seperti pedagang yang menghitung laba-rugi. Jika untung, ia bersyukur dan berusaha meningkatkannya. Jika rugi, ia mencari sebabnya dan tidak akan mengulanginya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيَّ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

“Orang yang cerdas adalah yang mengoreksi dirinya sendiri dan beramal untuk bekal setelah mati. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berangan-angan tentang ampunan Allah.” (HR At-Tirmidzi)

Hadirin yang bergetar hatinya oleh iman,

Setidaknya ada dua poros muhasabah yang harus kita renungkan:

Pertama, Hablum Minallah, Hubungan dengan Allah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Sudahkah shalat kita terjaga di awal waktu? Sudahkah hati kita dekat dengan dzikir? Sudahkah Al-Qur’an menjadi teman setia di malam-malam yang sunyi?

Allah berfirman:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 112)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

Ada nasihat bijak: “Perbaikilah hubungan kita dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki kehidupan kita.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ

“Jagalah (perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.” (HR At-Tirmidzi)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

Kedua, Hablum Minannas, Hubungan dengan Sesama

Sudahkah kita berbakti kepada orang tua yang mulai renta? Sudahkah kita menyambung silaturahmi yang sempat terputus? Sudahkah kita meringankan beban tetangga yang sedang kesusahan?

Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua…” (Q.S. An-Nisa [4]: 36)

Hablu minallah dan hablu minannas bagaikan dua sayap yang harus sama-sama kokoh. Tak bisa terbang hanya dengan satu sayap. Inilah kepribadian seorang mukmin sejati.

Saudaraku yang hatinya masih peduli,

Di antara panggilan kemanusiaan yang paling mendesak saat ini adalah membantu saudara-saudara kita di Palestina. Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam, kawasan yang diberkahi Allah sekelilingnya, kini tengah dinodai dan diinjak-injak kehormatannya.

Allah berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَى فِي خَرَابِهَا

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya dan berusaha merobohkannya?” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 114)

Rasulullah ﷺ mengingatkan:

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

“Tidaklah seseorang membiarkan seorang Muslim di tempat di mana kehormatannya dilanggar, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat di mana ia menginginkan pertolongan-Nya.” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Maka, jangan biarkan Al-Aqsa bersedih sendirian. Jangan biarkan kubah keemasannya sunyi di bawah langit kelabu Palestina. Suarakan kebenaran, tebarkan literasi, kumpulkan donasi, dan yang paling penting — satukan hati dalam barisan perjuangan yang satu.

Tanpa persatuan, mustahil kita bisa membebaskan Al-Aqsa. Tanpa kebersamaan, mimpi kemerdekaan Palestina akan terus tertunda. Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 103)

Mari kita jadikan muhasabah akhir tahun ini sebagai titik balik. Evaluasi diri, perbaiki hubungan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan sesama, dan bulatkan tekad untuk terus membela yang benar.

Karena kemenangan bukan milik mereka yang paling kuat, tetapi milik mereka yang paling sabar dan paling bersatu di jalan Allah.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Semoga Allah menerima taubat kita, mengampuni kesalahan kita, dan mencatatkan kita sebagai hamba-Nya yang selalu bermuhasabah. Semoga tahun yang akan datang kita sambut dengan semangat baru dan tekad yang lebih membara untuk menegakkan kalimatullah di muka bumi.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat