Teheran, MINA – Iran secara resmi meluncurkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz yang strategis, seperti yang dilaporkan Press TV pada Selasa (5/5).
Di bawah sistem yang baru diterapkan, semua kapal yang bermaksud melintasi Selat akan menerima email dari alamat resmi info@PGSA.ir yang menguraikan aturan dan peraturan untuk melintasi selat tersebut.
Kapal diharuskan untuk menyesuaikan operasinya sesuai dengan kerangka kerja ini dan memperoleh izin transit sebelum melintasi Selat Hormuz, yang merupakan salah satu titik rawan pengiriman minyak paling penting di dunia.
Inisiatif yang digambarkan sebagai sistem tata kelola kedaulatan ini kini berlaku di Selat Hormuz, yang dilalui oleh sekitar 20% dari seluruh minyak yang diperdagangkan secara internasional.
Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi
Angkatan bersenjata Iran telah menempatkan Selat Hormuz di bawah kendali ketat, memblokir semua kapal yang terkait dengan AS dan Israel setelah peluncuran perang agresi mereka terhadap Republik Islam pada 28 Februari.
Sebelumnya, Teheran telah memberi sinyal kesediaan untuk membuka kembali selat tersebut setelah AS dan Israel setuju memasukkan Lebanon dalam perjanjian gencatan senjata.
Namun, otoritas Iran menyatakan jalur air tersebut ditutup kembali karena AS dan Israel terus melanggar ketentuan gencatan senjata.
Rancangan undang-undang yang sekarang sedang dibahas di Parlemen Iran akan secara permanen melarang kapal-kapal yang terkait dengan AS atau Israel untuk melintasi Selat Hormuz. Undang-undang tersebut juga menetapkan sistem pungutan untuk jalur kapal non-musuh. []
Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic