New York, MINA – Pemerintah Iran secara resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas terhadap Amerika Serikat atas pelanggaran Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad.
Teheran menilai Washington tidak hanya mengingkari komitmen dalam kesepakatan tersebut, tetapi juga terus melakukan tindakan yang memperburuk situasi keamanan di kawasan. Farsnews melaporkan, Rabu (15/7).
Surat pengaduan itu disampaikan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Ketua Dewan Keamanan PBB.
Dalam surat tersebut, Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat sejak awal gagal memenuhi kewajiban yang telah disepakati dalam MoU Islamabad, bahkan disebut secara sistematis merusak fondasi kesepakatan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik kedua negara.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Iran menuduh Amerika Serikat tetap melancarkan operasi militer di wilayahnya, mencabut izin penjualan minyak Iran, berupaya membangun jalur pelayaran alternatif di Selat Hormuz, serta terus mendukung operasi militer Israel di Lebanon.
Menurut Teheran, berbagai langkah tersebut bertentangan dengan isi MoU dan merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional serta ancaman bagi perdamaian dan keamanan global.
Pemerintah Iran juga menegaskan telah menyampaikan keberatan tersebut kepada negara-negara mediator, namun Washington dinilai tetap melanjutkan kebijakannya.
Karena itu, Teheran mendesak Dewan Keamanan PBB segera menjalankan mandatnya sesuai Piagam PBB untuk menghentikan tindakan yang dianggap melawan hukum serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran tersebut.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir meskipun kedua negara sebelumnya telah menandatangani MoU Islamabad sebagai kerangka awal penghentian konflik dan pembukaan jalur diplomasi.
Di tengah situasi tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) juga mengumumkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran di sekitar Selat Hormuz dengan alasan menjaga keamanan pelayaran internasional, sementara Iran menilai tindakan itu sebagai bukti pengingkaran terhadap kesepakatan damai.
Sengketa mengenai implementasi MoU Islamabad berpotensi memperumit upaya diplomatik yang telah dibangun selama beberapa bulan terakhir.
Apabila kedua pihak gagal mengembalikan kepercayaan dan mematuhi komitmen yang telah disepakati, eskalasi konflik dikhawatirkan akan semakin mengancam stabilitas Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. []
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic