New York, MINA – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pembantaian anak-anak sekolah di Minab oleh AS-Israel hanyalah “puncak dari gunung es yang jauh lebih besar” dari kejahatan perang koalisi penyerang tersebut.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan mendesak Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Jumat (27/3), membahas serangan teroris AS-Israel terhadap Sekolah Dasar Shajare Tayyebe di kota Minab, selatan Iran, yang menewaskan 175 siswa dan guru pada 28 Februari.
“Iran saat ini berada di tengah-tengah perang ilegal yang dipaksakan oleh dua rezim bersenjata nuklir yang suka menindas, Amerika Serikat dan Israel,” kata Araghchi, Press TV melaporkan.
Ia menambahkan bahwa agresi yang “jelas tidak beralasan dan brutal” itu dimulai ketika Teheran dan Washington sedang terlibat dalam proses diplomatik.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
“Mereka mengkhianati diplomasi untuk kedua kalinya dalam kurun waktu sembilan bulan dengan menggagalkan meja perundingan,” katanya, merujuk pada serangan AS-Israel terhadap Iran pada Juni 2025.
“Di antara manifestasi agresi yang paling mengerikan,” tegas menteri tersebut, adalah “serangan terencana dan bertahap terhadap Sekolah Dasar Shajare Tayyebe.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
















Mina Indonesia
Mina Arabic