Teheran, MINA — Iran dilaporkan menargetkan setidaknya enam fasilitas militer Amerika Serikat (AS) yang tersebar di kawasan Teluk Persia dalam serangkaian serangan balasan setelah serangan koalisi AS dan Israel terhadap wilayah Iran akhir pekan lalu.
Tembakan rudal dan pesawat tak berawak Iran menghantam situs militer AS di Bahrain, Irak, Uni Emirat Arab, dan tiga lokasi di Kuwait. Akibat serangan itu, beberapa instalasi mengalami kerusakan signifikan, termasuk sistem komunikasi satelit di beberapa pangkalan. Al-Jazeera melaporkan.
Di antara fasilitas yang menjadi sasaran adalah markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, yang menunjukkan dampak parah dalam beberapa struktur bangunan setelah serangan drone dan rudal.
Laporan militer AS menyebutkan tiga prajurit AS tewas dan lima lainnya mengalami luka serius dalam aksi di Camp Arifjan, Kuwait.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Aksi militer Iran ini merupakan bagian dari eskalasi yang lebih besar, menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang menarget sejumlah situs strategis di dalam Iran akhir pekan lalu.
Serangan koalisi itu menimbulkan kerusakan pada infrastruktur dan dilaporkan menyebabkan korban sipil, yang kemudian memicu gelombang balasan dari Iran.
Di sisi lain, ketegangan semakin meningkat setelah serangan Iran memicu reaksi dari negara-negara Teluk yang mengecam pelanggaran kedaulatan mereka.
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mendesak penghentian segera serangan demi menjaga stabilitas regional dan pasar energi global, sekaligus memperingatkan kemungkinan balasan kolektif terhadap agresi yang terus berlanjut.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Konflik antara Iran dan koalisi AS–Israel meningkat tajam setelah serangan udara gabungan terhadap beberapa fasilitas di Iran beberapa hari lalu.
Ledakan terdengar di sejumlah kota Teluk dan sirene peringatan serangan terdengar di beberapa ibu kota regional, memperlihatkan betapa cepatnya eskalasi militer berkembang di kawasan tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic