Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 24 Juli 2026 - 14:50 WIB

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:50 WIB

14 Views ㅤ

Menlu Iran Abbas Araghchi (foto: AA)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat melalui Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi.

Teheran menilai usulan tersebut belum menjawab isu-isu strategis yang menjadi kepentingan utama Iran, terutama menyangkut penguasaan dan keamanan di Selat Hormuz. Press TV melaporkan, Jumat (24/7).

Menurut laporan sejumlah media internasional, proposal tersebut dibawa al-Zaidi saat melakukan kunjungan resmi ke Teheran setelah sebelumnya bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

Meski rincian isi proposal tidak dipublikasikan, sejumlah pejabat Iran menyebut tawaran itu merupakan satu-satunya opsi yang diajukan Washington dalam upaya menghentikan eskalasi konflik.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Iran memutuskan menolak usulan tersebut karena dinilai tidak mengakomodasi kepentingannya terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dunia.

Dalam kunjungan tersebut, al-Zaidi juga bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya untuk membahas hubungan bilateral dan perkembangan keamanan kawasan.

Di tengah upaya diplomasi tersebut, situasi keamanan justru terus memanas. Laporan menyebut para pejabat Iran mulai mengantisipasi kemungkinan meluasnya konflik apabila Washington merealisasikan ancaman serangan yang lebih besar terhadap Iran.

Sejumlah laporan juga menyebut Teheran mempertimbangkan berbagai opsi respons, termasuk memperluas medan konflik di kawasan apabila tekanan militer terus meningkat.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militernya terhadap sasaran di Iran terus berlanjut hingga malam ke-13 berturut-turut.

Presiden Donald Trump bahkan mengisyaratkan tengah mempertimbangkan serangan yang lebih besar terhadap Iran. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Internasional
Dunia Islam