Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Akan Blokir Puluhan Organisasi Kemanusiaan yang Beroperasi di Gaza

Ali Farkhan Tsani - Rabu, 31 Desember 2025 - 07:01 WIB

Rabu, 31 Desember 2025 - 07:01 WIB

4 Views ㅤ

Ilustrasi: Warga Palestina di Jalur Gaza mulai memasuki musim dingin. (Foto: dok. QNN)

Tel Aviv, MINA – Otoritas Pendudukan Israel mengumumkan akan memblokir puluhan organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Jalur Gaza karena dianggap gagal memenuhi aturan baru yang diberlakukan.

Organisasi-organisasi yang diblokir, mulai 1 Januari 2026, karena tidak memenuhi persyaratan baru untuk berbagi informasi tentang staf, pendanaan, dan operasional mereka, kata pihak berwenang Israel. Wafa melaporkan.

Organisasi besar yang terdampak ai dntaranya termasuk Doctors Without Borders, Norwegian Refugee Council, CARE International, International Rescue Committee, dan divisi dari badan amal besar seperti Oxfam dan Caritas.

Israel menuduh Doctors Without Borders, yang dikenal dengan akronim Prancisnya MSF, gagal mengklarifikasi peran beberapa anggota staf, dengan tuduhan bahwa mereka bekerja sama dengan gerakan Hamas.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

“Pesan yang disampaikan jelas, bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan. Namun, pemanfaatan kerangka kerja kemanusiaan untuk terorisme tidak dapat diterima,” kata Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli.

MSF, salah satu kelompok medis terbesar yang beroperasi di Gaza, di mana sektor kesehatan telah menjadi sasaran dan sebagian besar hancur, mengatakan bahwa keputusan Israel akan berdampak buruk pada pekerjaannya di wilayah tersebut.

Padahal pihaknya selama ini telah mendukung sekitar 20 persen tempat tidur rumah sakit dan sepertiga dari kelahiran. Organisasi tersebut juga membantah tuduhan Israel tentang stafnya.

“MSF tidak akan pernah dengan sengaja mempekerjakan orang yang terlibat dalam aktivitas militer,” demikian pernyataan mereka.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Organisasi internasional mengatakan aturan Israel bersifat sewenang-wenang.

Israel mengatakan 37 kelompok yang bekerja di Gaza tidak diperpanjang izinnya.

Padahal organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan tersebut memberikan berbagai layanan sosial, termasuk distribusi makanan, perawatan kesehatan, layanan kesehatan mental dan disabilitas, serta pendidikan.

Terlebih saat ini wilayah tersebut menghadapi musim dingin dan cuaca ekstrem hujan deras yang dapat membanjiri kamp-kamp pengungsi. []

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda