Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Akui Iron Beamnya Keteteran Hadapi Rudal dan Drone Hezbollah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:38 WIB

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:38 WIB

36 Views ㅤ

Sistem pertahanan udara Israel Iron Beam. (Foto: Istimewa)

Tel Aviv, MINA – Militer Israel mengakui bahwa sistem pertahanan udara berbasis laser Iron Beam belum sepenuhnya mampu menanggulangi serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok Hizbullah dari Lebanon.

Pengakuan ini muncul di tengah eskalasi konflik di perbatasan utara Israel dan semakin intensifnya serangan kelompok bersenjata tersebut. Media KAN melaporkan, Sabtu (14/3).

Iron Beam merupakan sistem pertahanan udara berbasis laser berkekuatan tinggi yang dikembangkan oleh industri pertahanan Israel sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan pertahanan udara nasional.

Alat itu dirancang untuk melengkapi sistem Iron Dome dan lainnya, teknologi laser ini diharapkan dapat menembus ancaman udara dengan biaya lebih rendah. Namun implementasinya dalam medan konflik saat ini menunjukkan tantangan signifikan di lapangan.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Menurut sejumlah laporan dari militer Israel, sejak Hizbullah terlibat dalam pertempuran yang sedang berlangsung, puluhan drone berhasil menerobos wilayah udara dan menimbulkan kesulitan bagi Iron Beam untuk mengintersep semua ancaman tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa sistem tersebut masih dalam tahap penyesuaian terhadap kondisi tempur nyata yang kompleks dan beragam.

Tantangan operasional itu ditambah dengan serangkaian serangan rudal dan drone yang semakin sering dilancarkan dari kawasan Lebanon selama konflik yang lebih luas antara Israel dan kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Insiden‑insiden ini memperlihatkan bahwa meskipun teknologi laser memiliki potensi tinggi dalam menembak jatuh target udara, efektivitasnya dalam kondisi peperangan yang dinamis masih perlu diuji lebih jauh.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Para pengamat militer internasional menilai bahwa sistem pertahanan berbasis laser seperti Iron Beam menghadapi kendala teknis yang umum pada teknologi terkini, seperti kebutuhan energi tinggi, akurasi dalam cuaca buruk, serta kecepatan dan kelincahan target yang berat.

Studi‑studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa integrasi sistem laser ke dalam struktur pertahanan udara memerlukan waktu adaptasi yang signifikan sebelum mencapai kinerja optimal. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda