Tel Aviv, MINA – Militer Israel memperingatkan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa mereka tidak akan mampu mempertahankan garis keamanan di tiga front jika anggaran militer tidak ditambah.
Israel menyebut ketiga front tersebut adalah Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Lebanon, wilayah yang telah menjadi sasaran serangan mematikan Israel sejak bulan Maret, demikina dikutip dari Anadolu, Sabtu (19/9).
Sejak Oktober 2023, Israel telah melancarkan genosida di Gaza, sementara militer meningkatkan serangannya di Tepi Barat yang diduduki, disertai dengan peningkatan serangan oleh pihak pendudukan terhadap warga Palestina dan properti mereka.
Koresponden Army Radio Israel, Doron Kadosh, mengatakan di X, Militer Israel akan memaparkan perkiraan kepada pimpinan politik dalam beberapa hari mendatang yang menunjukkan adanya kekurangan anggaran pertahanan sekitar 25 miliar shekel (8,3 miliar dolar AS).
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kekhawatiran tersebut juga mencakup penghentian perekrutan di beberapa matra dan unit, termasuk Angkatan Udara, Intelijen Militer, serta Direktorat Teknologi dan Logistik.
Selain itu, terdapat pula penghentian pembelian senjata,termasuk sistem pertahanan udara, peluru tank dan artileri, serta bom udara, dan penghentian perbaikan kendaraan lapis baja berat, seperti tank dan kendaraan angkut personel lapis baja.
Pada Selasa, Channel 13 Israel juga melaporkan adanya perselisihan antara militer dan Kementerian Keuangan terkait kegagalan transfer dana sebesar 15 miliar shekel (4,92 miliar dolar AS) ke anggaran militer, yang menyebabkan terhentinya pembelian rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara.
Pada akhir Agustus, Kepala Staf Eyal Zamir mengatakan dalam sebuah tinjauan situasi di berbagai front: “Sayangnya, saat ini kami juga sedang berjuang dalam pertempuran terkait anggaran.”
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Perselisihan ini terjadi di tengah krisis keuangan yang dihadapi militer Israel; menurut laporan KAN pada 3 September, krisis tersebut telah mulai memengaruhi kemampuan militer untuk beroperasi di Jalur Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Lebanon.
Selain perang genosida di Gaza serta serangan terhadap Tepi Barat yang diduduki dan Lebanon, militer Israel telah melancarkan dua perang melawan Iran sejak tahun lalu, serta melakukan serangan ke Yaman dan Qatar, juga serangan darat dan tembakan artileri yang hampir setiap hari terjadi di Suriah.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic